PejuangKantoran.com - Petenis Inggris Emma Raducanu mengungkapkan bahwa kalah tidak menjadi pilihannya selama menghadapi petenis Belgia Elise Mertens di Mubadala City DC Open di Washington, AS, Selasa (30/7/2024).
Emma meraih kemenangan tiga set, 6-2, 3-6, 6-4, atas petenis peringkat 35 dunia itu, dan melaju ke babak kedua kompetisi tersebut.
Babak pertama tersebut berlangsung larut malam, namun Emma berhasil mengembalikan fokusnya.
Baca Juga: Terbiasa Makan Sendirian Di Restoran Tanpa Canggung Menunjukkan Kamu Punya Sifat-sifat Ini
“Aku sempat kehilangan fokus di set kedua. Nggak gampang bermain pada pukul 23.30. Aku tiba di sini Kamis malam, jadi aku masih jet lag,” katanya.
Mantan petenis peringkat 1 Inggris itu yakin bahwa tetap fokus akan menjadi kuncinya untuk kembali ke performa terbaiknya, serta memulihkan cideranya.
Ia menolak kesempatan untuk mewakili Tim Inggris di Olimpiade Paris 2024 karena tidak ingin kembali berkompetisi di lapangan tanah liat sementara ia baru pulih dari operasi pada kedua pergelangan tangan dan pergelangan kakinya.
Bukan hanya itu, Emma juga sudah berjuang melawan nyeri punggung, masalah otot glute, dan stres perut, sebelum mencapai usia 22 tahun.
Berbagai masalah tersebut menyebabkan performanya tidak maksimal, sehingga rankingnya merosot hingga ke peringkat 296 WTA pada Januari 2024.
Maka memenangkan DC Open akan menjadi hadiah hiburan bagi Emma setelah membuat keputusan untuk tidak kembali ke Rolland Garros (French Open).
Baca Juga: Lowongan PT Indosat Tbk untuk Menjadi Sr Officer-Contract Management
Ngaku FOMO
Petenis kelahiran Toronto, Kanada, 13 November 2002 itu ditawari wildcard ITF untuk Olimpiade Paris 2024 sebagai mantan juara Grand Slam, tetapi menolak dan memilih untuk langsung terjun ke lapangan keras di Washington.
Meskipun begitu, Emma mengakui bahwa ia merasa FOMO (fear of missing out) setelah kehilangan kesempatan bergabung dengan Tim Inggris dalam upacara pembukaan olimpiade.
Toh, gadis keturunan Romania-China itu tetap pada keputusannya untuk absen di Olimpiade Paris, dengan alasan perubahan cepat dari lapangan rumput (Wimbledon) ke lapangan tanah liat (Rolland Garros) akan membuatnya kesulitan.
Artikel Terkait
Gelar Ekshibisi di Paris, Tekad Prabowo Bawa Pencak Silat Masuk Olimpiade
Benarkah Performance-Improvement Plan Dilakukan untuk Menyingkirkan Karyawan yang Tidak Diinginkan?
Apa Itu Performance Improvement Plan, dan Kapan Rencana Peningkatan Kinerja Diperlukan?
Siapa Mau Jadi PNS di Sekretariat PBB, Yuk Daftar UN Young Professionals Program (YPP) 2024
32 Atlet Breakdance akan Bertanding di Cabang Olahraga Dance Sport di Olimpiade Paris 2024
Negara-negara Eropa Terbaik untuk Penutur Bahasa Inggris, Aman buat yang Nggak Paham Bahasa Lokal
Celine Dion Comeback di Opening Olimpiade Paris 2024: Dedikasi dan Gaun Payet 1.000 Jam