Mengapa CEO Boeing yang Baru Kelly Ortberg Pilih Ngantor di Seattle, Kantor Pusatnya yang Lama?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Kamis, 15 Agustus 2024 | 07:00 WIB
CEO Boeing yang baru Kelly Ortberg memutuskan untuk bekerja di kantor pusat Boeing yang lama di Seattle. (Boeing/IAM District 751)
CEO Boeing yang baru Kelly Ortberg memutuskan untuk bekerja di kantor pusat Boeing yang lama di Seattle. (Boeing/IAM District 751)

Para eksekutif yang bertanggung jawab atas pesawat komersial selalu berkantor pusat di Seattle, meskipun kantor pusat perusahaan berada di tempat lain.

Perusahaan tidak berkomentar apakah mereka mempertimbangkan untuk memindahkan seluruh kantor pusatnya kembali ke Seattle bersama Ortberg.

Baca Juga: Mengapa Karyawan yang Mumpuni Menjadi Tidak Kompeten ketika Diangkat Jadi Manager?

Sementara itu, Ortberg akan memiliki banyak pekerjaan, di mana pun kantornya berada. Perusahaan hampir-hampir selalu menghadapi masalah lebih dari lima tahun terakhir.

Cacat desain pada 737 Max terlarisnya mengakibatkan kecelakaan fatal pada tahun 2018 dan 2019, diikuti oleh penghentian operasional jet selama 20 bulan.

Hal itu memicu kerugian finansial selama bertahun-tahun, yang mencapai lebih dari $33 miliar dalam kerugian operasional inti pada kuartal terakhir.

Pada bulan Januari, sumbat pintu terlepas dari sisi penerbangan Alaska Airlines saat mendekati ketinggian 16.000 kaki, meninggalkan lubang menganga di sisi pesawat dan menarik perhatian baru pada masalah produksinya.

Sejak saat itu, Boeing mengaku bersalah karena menipu Badan Penerbangan Federal, yang mengharuskannya bekerja di bawah pengawasan pengawas yang ditunjuk pengadilan.

Perusahaan itu juga menghadapi serangkaian penyelidikan federal lainnya, termasuk yang dilakukan oleh Badan Keselamatan Transportasi Nasional, yang baru saja menyelesaikan dengar pendapat publik selama dua hari tentang insiden Alaska Air.

Baca Juga: Shopee Pindahkan Karyawan Satu Departemen Ke Solo dan Yogyakarta, Berapa Penghematannya?

Para eksekutif Boeing mengakui bahwa mereka masih belum tahu bagaimana pesawat yang mengalami ledakan sumbat pintu itu meninggalkan pabrik Boeing di Renton, Washington, tanpa empat baut yang diperlukan untuk menjaga sumbat pintu tetap di tempatnya.

Ortberg, dalam suratnya, mengakui Boeing perlu melakukan yang lebih baik.

"Meskipun kami jelas memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk memulihkan kepercayaan, saya yakin bahwa dengan bekerja sama, kami akan mengembalikan perusahaan menjadi pemimpin industri yang kita semua harapkan," pungkasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: CNN

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Luvita Ho, Saat Dessert Menjadi Medium Cerita

Jumat, 1 Mei 2026 | 11:15 WIB
X