Isi Lengkap Surat Wasiat Terakhir Paus Fransiskus: Makam Sederhana dan Pesan Damai untuk Dunia

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 26 April 2025 | 17:10 WIB
Peti jenazah Paus Fransiskus disegel
Peti jenazah Paus Fransiskus disegel

PejuangKantoran.com - Surat wasiat Paus Fransiskus yang dirilis oleh Vatikan usai wafatnya pada 21 April 2025, mengungkapkan betapa rendah hati dan spiritualnya pemimpin umat Katolik ini hingga akhir hayatnya.

Dokumen tersebut tidak hanya berisi permintaan soal pemakamannya, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai hidup yang selama ini ia teladankan.

Dalam surat yang ditulis pada 29 Juni 2022, Paus Fransiskus menyatakan keinginannya agar jenazahnya dimakamkan di Basilika Santa Maria Maggiore di Roma. Ini adalah salah satu dari empat basilika utama di Vatikan dan dikenal sebagai tempat favorit Paus untuk berdoa sebelum dan setelah kunjungan apostolik ke luar negeri.

“Saya telah menyerahkan hidup dan pelayanan saya kepada Bunda Maria,” tulisnya. “Oleh karena itu, saya meminta agar jenazah saya beristirahat di Basilika Kepausan Santa Maria Maggiore, menantikan hari kebangkitan.”

Baca Juga: Rute Transjabodetabek Blok M-Alam Sutera Sudah Dibuka, Gubernur DKI Janjikan 5 Rute Baru Lagi!

Lebih lanjut, dalam surat wasiat Paus Fransiskus, beliau meminta agar makamnya dibuat sesederhana mungkin: di tanah, tanpa ornamen, dan hanya bertuliskan "Franciscus"—tanpa gelar atau penanda lain bahwa ia adalah Paus. Ini adalah bentuk keteguhannya dalam menolak kemewahan dan menjunjung tinggi kesederhanaan, bahkan dalam kematian.

Paus juga menuliskan bahwa seluruh biaya pemakamannya akan ditanggung oleh seorang dermawan yang telah ditunjuk sebelumnya, dengan arahan disalurkan melalui Monsignor Rolandas Makrickas. Selain itu, permintaannya agar dimakamkan di antara Kapel Paulus dan Kapel Sforza di basilika tersebut menunjukkan betapa personal dan spiritual keputusan ini baginya.

Bagian paling menyentuh dari dokumen itu adalah pesannya untuk dunia. Ia menulis:

Semoga Tuhan memberikan pahala yang layak kepada mereka yang telah mencintai saya dan akan terus mendoakan saya. Penderitaan yang saya alami di akhir hidup ini saya persembahkan kepada Tuhan untuk perdamaian dunia dan persaudaraan antar bangsa.”

Surat wasiat Paus Fransiskus bukan sekadar dokumen hukum, tetapi juga warisan spiritual yang menunjukkan dedikasinya sebagai pemimpin yang melayani, bukan dilayani. Ia meninggalkan dunia dengan keteladanan yang sederhana, penuh kasih, dan menyentuh hati umat di seluruh dunia.

Berikut isi lengkap surat wasiat Paus Fransiskus:

"Merasa bahwa akhir kehidupan duniawi saya semakin dekat dan dengan harapan yang besar akan Kehidupan Kekal, saya ingin menyatakan wasiat saya hanya berkenaan dengan tempat pemakaman saya. Saya selalu mempercayakan hidup saya dan pelayanan imamat dan episkopal saya kepada Bunda Tuhan kita, Maria yang Mahakudus. Oleh karena itu, saya mohon agar jenazah saya beristirahat sambil menunggu hari kebangkitan di Basilika Kepausan Santa Maria Maggiore.

Saya berharap agar perjalanan duniawi terakhir saya berakhir tepat di tempat suci Maria kuno ini, tempat saya berdoa di awal dan akhir setiap Perjalanan Apostolik untuk dengan yakin mempercayakan niat saya kepada Bunda yang Tak Bernoda dan berterima kasih kepadanya atas perawatannya yang lembut dan keibuannya.

Saya mohon agar makam saya disiapkan di ceruk lorong samping antara Kapel Pauline (Kapel Salus Populi Romani) dan Kapel Sforza di Basilika Kepausan tersebut sebagaimana ditunjukkan dalam lampiran terlampir.

Makam harus berada di dalam tanah; sederhana, tanpa hiasan khusus dan hanya memiliki satu tulisan: Franciscus.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Luvita Ho, Saat Dessert Menjadi Medium Cerita

Jumat, 1 Mei 2026 | 11:15 WIB
X