PejuangKantoran.com - Sejak merintis karir di dunia seni peran, Ajil Ditto dikenal sebagai aktor yang banyak berakting di film atau serial komedi dan drama.
Namun ketika produser dari rumah produksi Bahagia Tanpa Drama Celerina Judisari menawarkan peran utama di film laga perang Believe: Takdir, Mimpi, Keberanian, Ajil langsung menerima tawaran tersebut.
“Main di film kayak gini, itu impian dari lama. Selalu ingin punya film perang, film berantem, ada tembak-tembakan. Dan, aku sering menonton film perang dari Korea, US, dan beberapa negara lain.
"Film perang favoritku ada Hacksaw Ridge dan Sisu. Aku selalu suka sama film-film yang aku rasa prosesnya benar-benar sulit. Rasanya (saat menonton), ingin ada di dalam proses itu.
"Akhirnya dikasih lah film Believe ini! Bersyukur banget impian bisa terwujud,” seru Ajil di konferensi pers Believe: Takdir, Mimpi, Keberanian di CGV fX Sudirman, Selasa (03/06/2025).
Meski bekerja di proyek impian, aktor berdarah Minang ini sempat kewalahan saat menjalani syuting yang sebagian besar dilakukan di Garut dan Bandung.
Apalagi, saat melakukan pengadeganan final battle. Ajil Ditto sampai tidak mampu melakukan hal yang lain. Setiap kelar syuting, ia langsung terkapar kelelahan.
“Setiap prosesnya dari day one sampai last day shooting, itu semua core memory banget. Sekalinya syuting action, dibanting badannya, naik ini, naik itu, loncat sana, loncat sini.
"Tiba-tiba di kuping gue dengar ada ledakan, di samping gue ada pistol, senjata SS1! Saat syuting final battle, capeknya ngaco banget. Pulang syuting, langsung tidur.
Baca Juga: Panduan MAF Training Bagi Pemula Usia 25-45 Tahun Untuk Masa Latihan Selama 4 Pekan
"Ngorok keras sampai suaranya kedengaran ke ruang sebelah!” kenang aktor kelahiran Medan, 23 tahun yang lalu ini, sambil terkekeh.
Demi film Believe, Ajil juga menurunkan berat badan, belajar etika memegang senjata, hingga memelajari gestur tubuh seorang tentara hingga menjalani beberapa hari pelatihan di barak militer.
Ia bahkan sempat mengalami cedera di bagian pinggul kanan depan. Uniknya, ia cedera pada saat latihan adegan fighting. Namun, sebagai bagian totalitas, rasa sakit itu harus ia tahan sampai proses pengambilan gambar selesai.
“Ada cedera di bagian tulang pinggul depan dan itu ketika proses latihan fighting, belum take. Tapi, ya, disulap jadi bisa fighting lagi. Selalu ada tim medis yang mengontrol setiap hari.
Artikel Terkait
Mengenal Profesi Video Game Designer: Seperti Apa Pekerjaan dan Tanggung Jawabnya?
Berbagai Spesialisasi Video Game Designer, dari Pembuat Konsep hingga Project Management-nya
Bekerja di Bidang Event? Yuk, Dapatkan Sertifikasi Kompetensi Kerja Bidang Event di Acara Ini!
Jet Lag di Tempat Kerja setelah Perjalanan Bisnis Bikin Tak Fokus! Ini Beberapa Cara yang Bisa Dilakukan
7 Aktivitas Yang Bisa Meredakan Kecemasan di Hari Minggu, Supaya Lebih Siap Menghadapi saat Senin Tiba!
ASN Wajib Lapor Pasangan Resmi ke BKN agar Bisa Mendapatkan Haknya, Bisa Kena Sanksi Jika Mangkir!
Strategi Menjelaskan Career Break karena Tujuan Profesional, Supaya Kamu Terlihat Semakin Berkualitas!