Dari Rumah Penjual Es ke ITB, Avan Ferdiansyah Buktikan Mimpi Tak Mengenal Batas

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Rabu, 9 Juli 2025 | 10:10 WIB
Viral seorang anak pedagang es keliling bernama Avan Ferdiansyah Hilmi (kiri) telah diterima di ITB.  (Foto : instagram/santosoim)
Viral seorang anak pedagang es keliling bernama Avan Ferdiansyah Hilmi (kiri) telah diterima di ITB. (Foto : instagram/santosoim)

PejuangKantoran.com – Kisah inspiratif datang dari Ponorogo, Jawa Timur. Seorang remaja bernama Avan Ferdiansyah Hilmi berhasil menembus gerbang salah satu kampus terbaik di Indonesia, Institut Teknologi Bandung (ITB), meski berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi sederhana.

Nama Avan mendadak viral usai sebuah video yang diunggah akun Instagram @santosoim pada Senin, 7 Juli 2025, memperlihatkan deretan piala yang memenuhi hampir seluruh sudut rumahnya. Saking banyaknya, warganet sempat menyangka rumah tersebut adalah toko piala.

Dalam video itu, terungkap bahwa Avan adalah putra dari Pak Eko dan Bu Umi, pasangan suami istri penjual es keliling di Ponorogo. Meskipun kehidupan sehari-hari mereka penuh keterbatasan, Avan menunjukkan bahwa semangat belajar dan kerja keras bisa membawa hasil luar biasa.

Baca Juga: BRI Menjadi Bank dengan Portofolio Sustainable Financing Terbesar di Indonesia

Prestasi Sejak Dini

Avan merupakan siswa SMAN 1 Ponorogo yang dikenal sebagai murid berprestasi. Ia tidak hanya aktif dalam kegiatan akademik, tetapi juga telah menorehkan sejumlah penghargaan bergengsi, salah satunya dalam Olimpiade Kebumian.

Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, Avan telah mengoleksi piala demi piala dari berbagai kompetisi. Semua penghargaan itu tersimpan rapi di rumahnya—bukti nyata ketekunan dan konsistensinya selama bertahun-tahun.

Baca Juga: 5 Cara Sederhana Mengatasi Gangguan di Tempat Kerja, Supaya Lebih Fokus Mengerjakan Tugas

Dukungan dan Doa Warganet

Video kisah hidup Avan sontak menuai banyak pujian dan doa dari warganet. Banyak yang merasa bangga dan terharu atas perjuangannya yang luar biasa.

“MasyaAllah, meski bukan ibunya ikut bangga,” tulis akun @ikaafrianti.
“Semoga bisa menjadi generasi penerus bangsa ini untuk menjadi pemimpin yang cerdas,” tambah akun lain, @e.linawaty.

Kisah Avan menjadi pengingat bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk bermimpi besar. Dengan kerja keras, dukungan keluarga, dan kemauan belajar yang tinggi, ia berhasil membuktikan bahwa pendidikan bisa menjadi tangga untuk mengubah nasib.

Perjalanan Avan bukan hanya tentang meraih kampus impian, tetapi juga tentang harapan, semangat, dan kekuatan mimpi yang bisa tumbuh di mana saja—termasuk dari rumah sederhana seorang penjual es keliling di sudut Ponorogo.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Luvita Ho, Saat Dessert Menjadi Medium Cerita

Jumat, 1 Mei 2026 | 11:15 WIB
X