PejuangKantoran.com - Youtuber dan pemusik Reza Arap mengaku cukup terkejut ketika produser dari Essay, Sridhar Jetty dan Jimmy Lalwani, mendatangi markasnya di BSD untuk menawarkan kesempatan untuk berkolaborasi membuat film Harusnya Horor.
Dunia film bukanlah dunia yang asing bagi Reza, karena ia juga pernah berakting di film. Salah satunya, Kupu Kupu Kertas. Namun, kesempatan yang ditawarkan Essay ia anggap satu kesempatan besar.
Dalam proyek baru ini, Reza ditantang untuk berakting sekaligus menyutradarai film. Selain itu, pria bernama asli Reza Octovian ini diberi ruang untuk mengeksplorasi ide ceritanya sendiri.
Baca Juga: Menggabungkan HR dan IT dalam Satu Divisi Tidak 100 Persen Ideal, Begini Risikonya!
“Kalau ditanya kenapa baru sekarang, jawaban lebih tepatnya, kenapa baru (sekarang) disamperin? I'm big thankful pada Pak Sridhar dan Pak Jimmy yang langsung samperin kita ke BSD dan benar-benar ngulik streaming kita yang waktu itu, Marapthon.
"Bahkan, sampai tahu detail-detail kecil, jokes-jokes internal. Mereka juga kasih kesempatan gue eksplor apa yang ada di diri gue. ‘Reza, terserah mau bikin apa!’ I was like, wow!” ujar Reza, saat konferensi pers kick-off shooting Harusnya Horor di Gedung Kuning, Indosiar, Senin (4/8/2024).
Meski begitu, ia mengaku sempat kewalahan ketika dipercaya menjadi sutradara sekaligus kepala supervisi semua aspek film. Ide cerita pertamanya sempat ditolak oleh produser, dan ia diminta untuk menyerahkan ide yang lain.
Ide kedua itulah yang diterima dan dikembangkan bersama, sekaligus ditulis ke dalam skenario oleh Rahabi Mandra.
Begitu juga saat harus menghadapi departemen produksi film lainnya. DJ sekaligus streamers game ini merasa dipaksa untuk belajar lebih banyak lagi.
“Jadi sutradara, tantangannya lebih ke ilmu teknis sih. Aku kan tidak punya ilmu-ilmu teknis membuat film.
Baca Juga: Tren Baru: Perusahaan Gabungkan HR dan IT di Bawah Satu Kepemimpinan, Gimana Ceritanya?
Tapi, karena dari tim Essjay dan kru yang dipilih benar-benar memberi kesempatan aku belajar, dikasih ilmu dan aplikasi langsungnya sama mereka, aku masih tidak mengerti!” kelakarnya.
Beruntung, aktor yang ia pilih terlibat adalah teman-teman satu circle-nya di musik dan games, sehingga ia merasa beban membuat film ini seperti ditanggung bersama.
Karena belum mau mengungkapkan bagaimana jalan cerita Harusnya Horor, Reza Arap lebih nyaman memperkenalkan siapa saja yang ia ajak jadi pemeran utamanya.
Beberapa di antaranya dari AAA Clan (mewakili gamers), yaitu Garry Ang, Yukatheo dan Tierison (Jot). Selain itu juga geng Marapthon, di antaranya Aldy Renaldy (Mister Aloy), Bravyson (DJ Bravy), Niko Junius, Ariyanto, hingga Teguh Prakoso (Tepe).
Artikel Terkait
Jangan Suka Menunjukkan 'Ketawa Karir' saat Menyampaikan Hal Penting di Tempat Kerja
Selalu Kelihatan Sibuk Kerja Nggak Berarti Produktif! Ini 3 Kesalahpahaman Lainnya tentang Produktivitas
Google Tambah Fitur AI Baru di Google Photos dan YouTube Shorts, Bisa Ubah Foto Jadi Video!
Cuti Bersama 18 Agustus 2025 Resmi Ditetapkan, Saatnya Rencanakan Long Weekend!
Jejak Digital Sulit Dihapus! Fitur Baru ChatGPT Bikin Ribuan Percakapan Pribadi Bocor di Google
Investor Newbie Mesti Tahu Beda Reksa Dana dan Saham, Apa Keuntungan dan Risikonya?
Jakarta Intercultural School (JIS) Buka Lowongan Kerja Performing Arts Departmental Assistant