“Saya presentasikan skenario seperti ini. Take it or leave it! Ketika bapak-bapak dari Taman Wisata membaca skenario ini, mereka langsung mengajak kita jalan dengan yang konsep ini.
Baca Juga: Ketika Berhenti Di Sini Menjadi Film Umay Shabab dengan Proses Penggarapan Terlama
"Jadi, tidak ada lagi urusan ini proyek titipan atau bukan! Yang penting, kita tetap profesional dan memberikan passion pada pekerjaan ini," kata Hanung.
Menurutnya, ada pemikiran dan cita-cita yang ingin digapai dari pekerjaan ini. Bukan berarti profesional tidak boleh menghasilkan keuntungan.
"Profesionalisme akan memberikan nilai komersial yang sebenarnya adalah dampak dari passion kita terhadap film yang dibuat. Pada akhirnya, cita-cita kita kan harus ada comercial value-nya!” pungkasnya. (Syanne Susita)
Artikel Terkait
Jangan Diam Saja, Ini Cara Merespons Kritik yang Tidak Sesuai Fakta dari Atasan
Prada Bakal Luncurkan Lini Make up dan Skincare, Siap-siap Nge-war
Seleksi CASN 2023, Pemerintah Sebut Bakal Lebih Prioritaskan Tenaga PPPK
4 Cara Menjawab Permintaan “Ceritakan tentang Diri Anda” Saat Wawancara Kerja
Contoh Soal Tes Bakat Skolastik untuk Beasiswa LPDP dan Tips Agar Sukses Mengerjakannya
Jumlah Tenaga Non-ASN Membengkak, Revisi UU ASN Jamin 2,3 Juta Tenaga Honorer Tak akan Di-PHK