PejuangKantoran.com - Susuk: Kutukan Kecantikan, film horor garapan sutradara Ginanti Rona, saat ini sudah diputar di 357 bioskop di seluruh Indonesia.
Jourdy Pranata cukup banyak melakukan perubahan fisik agar lebih dipercaya saat berperan sebagai Arman, supir taksi di film Susuk: Kutukan Kecantikan.
Kebebasan yang dimaksud Jourdy Pranata adalah dalam mengeksplorasi sendiri bagaimana cara menghidupkan karakter. Jadi, aktor berdarah Minang ini mengambil inisiatif yang cukup berani.
Baca Juga: Berbekal Playlist, Ersya Aurelia Memahami Karakter Ayu dalam Film Susuk: Kutukan Kecantikan
“Untuk build chemistry dan pendalaman karakter, projek Susuk ini memanjakan kita sebagai aktor untuk membebaskan diri mengeksplor karakter tersebut,” seru Jourdy Pranata, saat gala premiere Susuk: Kutukan Kecantikan di Epicentrum XXl, Kuningan, Jakarta, Jumat (25/08/2023) lalu.
Sejak semula, ketika penulis skenario Husein M. Atmodjo dan produser Novi Habibi pitching pemain, entah kenapa Jourdy begitu yakin akan bergabung.
“Karakternya sangat menarik. Jadi supir taksi, jadi orang yang nemenin lepas susuk. Menarik, nih! Bakal bertualang lagi, padahal belum tahu ceritanya seperti apa!” serunya.
Supir taksi, dalam bayangan Jourdy, adalah sosok yang kurang memperhatikan penampilan. Untuk itu, ia sengaja menurunkan berat badan cukup drastis, menggelapkan kulit, dan menumbuhkan kumis.
“Aku research look supir taksi seperti apa. Aku berinisiatif untuk berkumis, menggelapkan kulit, dan sengaja nurunin berat badan. Dari 65 jadi 60 kilogram.
“Ini karena aku ingin portray supir taksi dengan kehidupan yang keras. Hidup di jalanan, tidur juga di jalan. Istirahat kurang. Bangun tidur langsung narik. Dia tidak peduli dengan penampilan.
Baca Juga: Rahasia Keluarga yang Bikin Muhammad Khan Shock Saat Terlibat di Film Susuk: Kutukan Kecantikan
“Ide-ide itu inisiatif aku sendiri tetapi tentu dengan persetujuan mbak Gita (sapaan Ginanti Rona)!” jelas aktor yang baru kembali dari Korea menyelesaikan proyek film barunya bersama Jerome Kurnia, Lutesha, dan Sitha Marino.
Tak hanya perubahan fisik yang Jourdy siapkan. Eksplorasi karakter juga dia lakukan dengan menambahkan dialek dalam setiap dialognya.
Jourdy menambahkan logat bicara pada Arman ini untuk men-challenge dirinya sendiri. Dengan keanekaragaman karakter dalam film Susuk, menurutnya karakter Arman jadi menarik jika berlogat khusus.
Dialek yang ia pilih adalah logat Melayu Riau, karena ia merasa cukup familiar dengan logat tersebut. Setidaknya, logat Sumatera yang memang dekat dengan asal-usulnya, tepatnya Riau Pekanbaru.