sosok

Boyband-nya Sempat Dihujat Warganet Habis-habisan, Morgan Oey: It's A Blessing in Disguise

Rabu, 11 Oktober 2023 | 10:18 WIB
Meskipun SMASH sempat di-bully warganet, nasib baik akhirnya berpihak pada Morgan Oey dan kawan-kawan. (Instagram @morganoey)

PejuangKantoran.com - Morgan Oey menganggap profesi sebagai anggota SMASH yang dirintisnya sejak SMA memberi andil besar dalam perjalanan karirnya.

Saat itu, boyband masih dipandang sebelah mata oleh pihak industri maupun penikmat musik. Perusahaan rekaman tidak ada yang mau mengontrak mereka.

Radio atau televisi tidak tertarik mengekspos musik yang mereka bawakan. Bahkan, kunjungan SMASH ke stasiun-stasiun TV dan radio ditolak mentah-mentah.

Baca Juga: Yosi Mokalu Yakini Fokus Pengguna Media Sosial ke Depan Tak Lagi Mengutamakan Jumlah Likes

Respons publik jelas sedikit karena minimnya eksposur. Namun, respons seperti itu tidak mematahkan semangat SMASH.

Menurut Morgan Oey, SMASH muncul kali pertama pada tahun 2010, di mana industri musik belum memberi tempat buat boyband. 

“Pada saat itu Youtube sedang naik-naiknya. Kreator konten bisa bebas menaikkan karya mereka. Di luar negeri yang menggunakan Youtube untuk mengekpos musiknya adalah Justin Bieber.

“Ya sudah, karena nggak ada yang mau dengan karya kita, kita unggahlah ke Youtube!” kenang Morgan Oey, saat hadir di talk show “Find Your Voice in the Age of Contents”, Wealth Wisdom 2023, di Ritz Carlton Pacific Place, Selasa (3/10/2023).

Namun, lanjut penyanyi yang sekarang lebih fokus sebagai aktor itu, respons penonton Youtube terhadap karya mereka juga tidak bagus. Banyak haters yang menghujat.

Meski begitu, yang sangat mengejutkan Morgan dan anggota SMASH lainnya, komen-komen negatif itu justru ditarik Youtube. Video mereka lalu disodorkan sebagai video rekomendasi kepada penggunanya.

Baca Juga: Wealth Wisdom 2023 Ajak Masyarakat Melek Keuangan untuk Membangun Kekayaan Secara Holistik

“Nah, yang bikin kita terkenal justru negatifnya. Yang kontranya lebih banyak. Saya nggak ngerti kinerja algoritma Youtube waktu itu bagaimana. Tapi, komentar-komentar negatif lebih banyak daripada yang positif.

But somehow, komentar-komentar negatif itu yang membuat algoritma konten kita bisa masuk ke banyak orang. Masuk sebagai video rekomendasi. Jadi, bisa dibilang it's a blessing in disguise!” ujar bintang film I Hate Korea yang menjadi film pembuka Busan International Film Festival ini.

Rupanya, komentar para haters itu justru dilihat Youtube sebagai engagement rate yang tinggi. Itu sebabnya video musik mereka pun menjadi video rekomendasi. Hal negatif yang akhirnya berbuah menjadi satu keuntungan.

Walaupun banyak dihujat dan di-bully, Morgan Oey dan anggota lainnya sengaja tidak menanggapi para haters. Sebagai artis pendatang baru, mereka terus fokus berkarya.

Halaman:

Tags

Terkini

Luvita Ho, Saat Dessert Menjadi Medium Cerita

Jumat, 1 Mei 2026 | 11:15 WIB