Perusahaan Tak Bisa Diam Saja Ketika Karyawan Mengalami Burnout, Ini yang Bisa Mereka Lakukan!

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Selasa, 10 Oktober 2023 | 15:36 WIB
Ilustrasi: Perusahaan tak boleh diam saja dengan burnout yang dialami karyawan, ini yang bisa mereka lakukan. (Pexels/Antoni Shkraba Production)
Ilustrasi: Perusahaan tak boleh diam saja dengan burnout yang dialami karyawan, ini yang bisa mereka lakukan. (Pexels/Antoni Shkraba Production)

PejuangKantoran.com - Rasanya tidak ada orang yang tidak pernah merasakan stres, kelelahan, dan kesedihan saat bekerja. Baik hanya salah satu atau bahkan ketiga-tiganya. Apalagi jika orang tersebut sulit mengelola emosinya yang bisa menimbulkan burnout.

Megan Shen, PhD, profesor di divisi penelitian klinis Fred Hutch Cancer Center di Seattle, Amerika Serikat, mengatakan bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengakui kelelahan sebagai kondisi yang dapat didiagnosis.

Sedangkan WHO mendefinisikan burnout sebagai stres di tempat kerja yang tidak terkendali, yang ditandai dengan kelelahan ekstrim dan perasaan negatif terhadap pekerjaan. Semua kondisi tersebut akan mengarah pada penurunan produktivitas.

Baca Juga: Salah Satu Penyebab Burnout: Ketika Pekerjaan Dianggap sebagai Identitas dan Prestise

Apapun penyebabnya, perusahaan tak bisa diam saja ketika karyawan mengalami burnout. Apa yang dapat dilakukan perusahaan agar karyawan tidak mengalami burnout saat bekerja? Ini yang direkomendasikan oleh Megan.

1. Perusahaan harus memberikan dukungan yang diperlukan

Banyak tempat kerja memiliki kebijakan yang memperbolehkan orang mengambil cuti ketika menghadapi masalah pribadi, atau sebagai respons terhadap stres yang berlebihan.

Namun, Megan menyebut bahwa kebijakan itu hanya bisa dilakukan jika pekerjaan disusun untuk memungkinkan terjadinya stres.

Ini karena memberi seseorang pilihan untuk mengambil cuti ketika mereka memiliki proyek besar untuk diselesaikan, cukup riskan dilakukan.

Perusahaan seharusnya tidak boleh memaksa karyawan untuk memilih antara menyelesaikan pekerjaannya dengan baik, atau mengurus kesejahteraannya sendiri terlebih dahulu.

“Jadi, perusahaan harus memikirkan cara mengatur tim sedemikian rupa sehingga memungkinkan karyawannya untuk tetap bisa mengambil hari libur,” katanya.

2. Ciptakan hubungan yang bermakna

Penelitian menunjukkan, kesepian berakibat buruk bagi kesehatan mental dan fisik. Bahkan, bisa memperpendek umur dan menimbulkan kebiasaan buruk, seperti makan berlebihan atau merokok.

Jadi, perusahaan perlu menemukan cara untuk menciptakan hubungan bermakna dengan karyawan sebagai bagian dari rutinitas kerja.

Baca Juga: Physiological Sigh, Saat Menghela Napas Saja Sudah Bisa Membantumu Meredakan Stres

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Inc.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X