Mahfud mengaku, salah satu alasan ia mendekati istrinya tersebut adalah karena wajahnya yang cantik. Padahal, saat itu ia tidak memiliki modal apa pun untuk mendekatinya.
Itulah mengapa ia mengandalkan kepintaran dan prestasinya untuk menarik perhatian Yatie.
"Ketika saya memilih istri sebagai pasangan, saya tidak punya modal, dan dulu dia jadi rebutan orang banyak. Jadi pendekatan saya waktu itu adalah saya mahasiswa terbaik," katanya.
Mahfud juga bilang, orang-orang yang dulu mengejar istrinya sampai saat ini masih ada, tetapi tidak ada yang menjadi menteri seperti dirinya.
Selama berpacaran, laki-laki berusia 66 tahun ini mengaku sering mengajak Yatie untuk mengikuti seminar dan diskusi. Meski begitu, hubungan mereka bertahan lama hingga Mahfud resmi meminang Yatie pada 2 Oktober 1982.
Dites sebelum diizinkan menikah
Ada cerita lucu sebelum Mahfud diizinkan menikahi Yatie. Oleh calon ayah mertuanya, ia diberi tes terlebih dahulu. Namun, Mahfud sama sekali tidak menyadari kalau dirinya sedang dites.
Sebelum menikah, ayah Yatie mempertemukan Mahfud dengan ulama kondang, Kiai Mufid Mas'ud. Saat itu, ia tidak dites macam-macam, hanya diajak mengobrol berbagai macam hal.
Baca Juga: Walaupun Tahu Bakal Ribet, Syifa Hadju Tetap Ingin Menikah dengan Tata Cara Adat
"Disuruh tes. Ya, ngomong biasa-biasa saja, nggak ngomong kalau dites. Saya tahu kalau dites, ya setelah pulang dari situ," ceritanya.
Mahfud masih ingat, saat itu dirinya diajak berbicara tentang hukum dan Bahasa Arab. Setelah dirasa cocok, barulah calon ayah mertuanya memperbolehkan anaknya menikah dengan Mahfud.
Hingga saat ini, Mahfud dan Yatie sudah dikaruniai tiga anak, yaitu Mohammad Ikhwan Zein, Vina Amalia, dan Royhan Akbar.
Anak pertama dan kedua mereka saat ini sudah menjadi dokter, sedangkan anak ketiganya telah menyelesaikan kuliah di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM). (Elga Windasari)