Agar sepenuhnya bertransformasi menjadi Buya Hamka, Vino tidak hanya menggunakan prostetik, wig, dan gigi palsu. Ia juga harus melatih suaranya mengikuti periode umur Hamka.
Saat berakting menjadi Hamka muda, suaranya harus terdengar lebih lantang. Sementara, ketika memerankan Hamka tua, kecepatan bicaranya sangat dijaga dan harus terdengar lebih lembut dan bersahaja.
Baca Juga: Saat Merasa Tak Tertarik Lagi dengan Pekerjaan, Mungkin Kamu Mengalami Rust-Out. Apa Itu?
Beruntung untuk bisa mengatur vokalnya, Vino mendapat banyak referensi dari video-video lama Buya Hamka. Menurutnya, ia tentu tidak bisa meniru suara Hamka 100 persen.
Yang terpenting adalah mengatur vokal agar penonton percaya ada perubahan periode usia, dari masa Hamka muda hingga sudah mulai tua.
“Ketika muda, bagaimana ia begitu menggebu-gebunya membakar semangat untuk bersatu dengan suara yang lantang. Begitu memasuki usia senja, dia berdakwah dengan suara yang lembut, bicaranya pun lebih lambat,” pungkasnya. (Syanne Susita)