PejuangKantoran.com - Berkecimpung di dunia hiburan selama 20 tahun memungkinkan Luna Maya mencoba berbagai pekerjaan di industri ini. Misalnya, belum banyak yang tahu kalau ia sudah beberapa kali bertindak sebagai sutradara sejak tahun 2010.
Salah satu karyanya sebagai sutradara adalah film panjang berjudul Harmonika, yang dirilis pada tahun 2013. Oleh karena lebih banyak berperan sebagai pemain ketimbang sutradara, Luna Maya menolak untuk memilih peran apa yang lebih disukainya.
Baca Juga: Cashless Society, Ini Tren Pembayaran Digital 2023 di Indonesia
“Aduh, pusing banget. Pertanyaannya susah! Dua-duanya (jadi pemain atau sutradara) menyenangkan, punya challenge dan kepuasan yang berbeda-beda!” kata Luna Maya, usai nonton episode pertama Ckckck First Series di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Senin (29/1/2024).
“Mana saja yang lagi pengen. Kalau lagi pengen behind the screen, ya inilah kita kerjakan. Pekerjaan sutradara kan bukan yang pertama kali. Sudah beberapa kali mengerjakannya!” tukasnya.
Seperti saat ini, Luna berperan sebagai sutradara salah satu episode Ckckck First Series.
“Saya menjadi sutradara, jujur, karena waktu itu ditawarin Abi (Rahabi Mandra). Dia nelpon ngajak ketemu. Direct yuk, Lun!” kenang aktris blasteran Indonesia dan Austria ini.
Baca Juga: Prabowo Sebut Indonesia Darurat Dokter, Butuh 10.000 Dokter dan Bakal Buka 300 Fakultas Kedokteran
Hanya saja untuk kembali bekerja sebagai sutradara di Ckckck First Series ini, Luna mengaku butuh penyesuaian lagi. Apalagi pihak produser hanya memberinya waktu tiga hari untuk syuting.
“Sudah lama tidak nge-direct, jadi kagok. Perlu menyesuaikan lagi di belakang layar. Stresnya lebih gila, karena mikirin shot, grading, dan lain-lain. Banyak scene per hari.
“Hampir tiap hari pulang pagi. Kalau kru kan pasti pulangnya belakangan. Tapi seru dan sangat menyenangkan!” ujar kekasih Maxime Bouttier ini.
Di Ckckck First Series ini, Luna Maya men-direct Wafda Saifan dan Carissa Perusset di episode berjudul Cari Kagak yang akan jadi episode terakhir serial.
Baca Juga: Debat Terakhir Capres 2024, Prabowo Minta Maaf dan Gibran Menundukkan Badan
Episode berdurasi 40 menit ini menceritakan dinamika pasangan Nala (Carissa) dan Yudho (Wafda) yang terjebak dalam hubungan yang toxic.
“Aku pengin karakternya Wafda itu nggak mau jadi orang jahat, tapi jadi manusia. Aku percaya ada yang belum selesai. Begitu juga dengan Nala!” terang Luna.