Jadi, orangtuanya tahu sekali apa yang dia sukai dan tidak sukai, apa yang dia butuhkan dan tidak butuhkan.
“Kadang-kadang kalau surrounding kita terlalu chaos, orangtua aku yang menyadarkan. ‘Kamu tuh sebenarnya butuh ini dan ini’,” terang Naura, menirukan percakapan dengan orangtuanya.
Ia juga merasa, di-ta’aruf bukan berarti dirinya harus langsung menikah. Baginya, ta’aruf sebagai tahap awal perkenalan seseorang yang merupakan rekomendasi orang tua.
Baca Juga: PwC Indonesia Beri Kesempatan Lulusan Akuntasi Mengisi Lowongan Kerja Associate - Assurance
“Aku sih mau, nggak apa-apa. Ta’aruf itu kan kalau belum kenal sama orangnya. Diperkenalkan sama orangtua, ya, tidak apa-apa. Restu orangtua itu kan penting.
“Kalau mama papa sudah bisa mengajak ta’aruf sama orang pilihan mereka, aku pasti mau! Walau sudah punya pacar pun, aku mau. Sekali lagi, itu kan restu dari orangtua, orangtua tahu yang terbaik!” pungkasnya. (Syanne Susita)