“Kalau saya sih, saya anggap just for fun saja! Itu agar kita keluarga bisa semakin dekat satu sama lain. Menjalin hubungan silaturahim,” katanya.
Hari Raya Idulfitri yang identik dengan memakai baju baru juga sudah ia tinggalkan. Kalau dulu, ia bersama istri dan kedua anaknya sampai bela-belain membuat baju sarimbit.
Namun sekarang Anggy sudah tidak terlalu ngoyo untuk tampil seragam bersama keluarga.
Baca Juga: Kini Lulusan Ma'had Aly Berpeluang untuk Daftar CPNS Kementerian Agama Sebagai Penyuluh Agama
“Dulu sempat begitu. Satu keluarga pakai seragam dan foto bersama. Satu dua kali saja. Abis itu, males. Sekarang, ya apa adanya aja. Pakai baju baru memang melambangkan kita menjadi fitrah kan. Paling kita pakai baju yang lebih praktis aja sekarang.
“Kalau saya sih, tidak usah lah sampai beli baju baru. Lagian, saya jarang beli baju baru karena kebanyakan baju juga bikin. Kalau beli, size untuk saya kan gede, jadi jarang ada yang pas juga!” tukasnya.
Kalau menjahit baju, biasanya sang istri yang memberi masukan. Anggy mengaku cukup menerima masukan tersebut karena karena jarang ia pakai, kecuali saat ada acara halal bihalal atau acara khusus lainnya. (Syanne Susita)