PejuangKantoran.com - Sadiq Khan kembali terpilih sebagai Walikota London untuk masa jabatan ketiga, Sabtu (4/5/2024), dan mengakhiri putaran pemilihan lokal di seluruh Inggris.
Khan meraih 43,7 persen suara, mengalahkan penantangnya dari Partai Konservatif Susan Hall dengan selisih sekitar 11 poin persentase.
Ia pun terpilih sebagai walikota muslim pertama yang memimpin London untuk tiga periode sejak tahun 2016.
Baca Juga: Didukung Produser Film Korea, Malam Pencabut Nyawa Angkat Tema Roh Gelap yang Rasuki Dunia Mimpi
"Terima kasih, London. Merupakan suatu kehormatan dalam hidupku untuk melayani kota yang kucintai. Hari ini bukan tentang membuat sejarah, ini tentang membentuk masa depan kita.
“Dan saya akan bekerja tanpa henti untuk membentuk kota yang lebih adil, lebih aman, dan lebih hijau bagi setiap warga London," tulis walikota berdarah Pakistan itu di akun X.
Mengapa Sadiq Khan populer
Kemenangan Sadiq Khan menyusul serangkaian kemenangan Partai Buruh di Inggris. Hal itu diprediksi akan memberikan mereka posisi kuat untuk mengambil alih kekuasaan dari Perdana Menteri Rishi Sunak dan Partai Konservatifnya dalam pemilihan umum mendatang.
London, yang berpenduduk sembilan juta orang, lebih multikultural, liberal dan pro-Eropa dibandingkan Inggris secara keseluruhan.
Perwakilan Partai Buruh mendapat pujian karena memperkenalkan makanan sekolah gratis untuk semua siswa sekolah dasar di London.
Namun perpanjangan program Sadiq Khan untuk anak-anak berusia tujuh hingga 11 tahun (yang saat ini tidak berhak) untuk empat tahun ke depan akan menelan biaya lebih dari £1 miliar.
Baca Juga: Daftar Bank Bangkrut di 2024, Cek di Sini!
Kelebihan Khan lainnya adalah karena ia berhasil membuat transportasi London lebih mudah diakses, serta mengurangi jumlah kendaraan yang memicu polusi udara di pusat kota London.
Oleh karena itu politisi berusia 53 tahun itu memprioritaskan kebijakan pengurangan emisi dalam upaya untuk menghilangkan reputasi kota tersebut sebagai pencemar utama.
Namun perluasan Zona Emisi Ultra Rendah (ULEZ) pertama di dunia yang dilakukannya baru-baru ini mendapat serangan para kritikus, yang menurut Partai Konservatif akan memberikan dampak paling parah bagi keluarga-keluarga miskin di luar London.