sosok

7 Atlet Olimpiade yang Ternyata Juga Pekerja Kantoran, bahkan Punya Gelar Master!

Kamis, 8 Agustus 2024 | 22:25 WIB
Kat Holmes, atlet anggar AS yang juga mahasiswa kedokteran di Icahn School of Medicine di Mount Sinai. (Facebook/Kat Holmes)

"Lintasan bukan hal yang pasti," ujar Gabby, yang meraih perunggu 200 m dan perak 4x100 m di Olimpiade Tokyo. "Tidak ada jaminan bahwa kamu bisa masuk dalam tim Olimpiade."

Canyon Berry

Atlet Olimpiade yang juga pekerja kantoran lainnya adalah pebasket Canyon Berry. Berbekal gelar di bidang fisika dan teknik nuklir, ia bekerja sebagai teknisi sistem di L3 Harris Technologies, kontraktor pertahanan dan antariksa.

Baca Juga: Lowongan Kerja Sebagai Assistant Producer di Beautyhaul, Buruan Coba!

“Memiliki karir yang kita minati dan dapat menjadi identitas di luar olahraga sangat berarti bagi saya," kata anggota tim basket 3x3 AS di Paris ini.

"Karena sekarang, saat bola berhenti memantul, saya tahu bahwa saya memiliki gairah dan pekerjaan yang dapat saya tekuni lagi, yang dapat memuaskan saya dan benar-benar dapat menikmatinya selama sisa hidup saya."

Maria Liana Mutia

Judoka berdarah Filipina ini sudah berkompetisi dalam gulat dan judo untuk para tuna netra ketika ia mulai kehilangan penglihatannya sepenuhnya, dan tidak pernah terlintas dalam benaknya untuk berhenti.

"Olahraga gulat apa pun, judo, semuanya berbasis sentuhan," kata Maria, yang akan bertanding di ParaOlimpiade 2024 mulai 28 Agustus nanti. "Saya tidak pernah khawatir harus berhenti."

Hari-harinya dihabiskan untuk bangun pukul 06.00 untuk berolahraga, bekerja sebagai software analyst untuk Comcast dari pukul 09.00-18.00, lalu berlatih selama dua jam.

Baca Juga: Kenapa Butuh Surat Keterangan Kerja untuk Ajukan KPR?

Kat Holmes

Lulusan Princeton University ini tidak membiarkan mimpinya menjadi dokter menggagalkan prestasinya sebagai atlet anggar, atau sebaliknya.

Dia berkompetisi di Olimpiade ketiganya di Paris dalam nomor beregu dan perorangan épée, sekaligus berada di tahun ketiganya di Icahn School of Medicine di Mount Sinai.

Jadwalnya superpadat dan tidak akan dia rekomendasikan kepada siapa pun.

Halaman:

Tags

Terkini

Luvita Ho, Saat Dessert Menjadi Medium Cerita

Jumat, 1 Mei 2026 | 11:15 WIB