sosok

4 Prajurit Terbaik dari TNI dan Polri yang Kini Menjadi Ajudan Presiden Prabowo Subianto

Sabtu, 26 Oktober 2024 | 18:46 WIB
Empat ajudan Presiden Prabowo, dari kiri: Letkol Romi Habe Putra, Kolonel Anton Pallaguna, Kolonel Wahyu Yuniartoto, dan Kombes Ahrie Sonta. (Instagram)

PejuangKantoran.com - Setelah resmi dilantik menjadi Presiden RI, Prabowo Subianto akhirnya menunjuk empat prajurit terbaik dari TNI Angkatan Darat (AD), TNI Angkatan Laut (AL), TNI Angkatan Udara (AU), dan Polri sebagai ajudan.

Dalam Peraturan Menteri Sekretaris Negara RI Nomor 12 Tahun 2016, dijelaskan bahwa ajudan presiden adalah perwira TNI/Polri yang bertugas memberikan dukungan staf dan pelayanan administrasi.

Dukungan dan pelayanan tersebut diberikan kepada presiden selaku kepala negara atau kepala pemerintahan, maupun urusan pribadi.

Baca Juga: Siapa Kombes Ahrie Sonta yang Gantikan Mayor Teddy sebagai Ajudan Prabowo?

Siapa saja empat ajudan Presiden Prabowo yang baru? Berikut profilnya:

1. Kolonel Pnb Anton Pallaguna

Lulusan Akademi Angkatan Udara tahun 2000 ini berasal dari Korps Penerbang, khususnya Penerbang Tempur.

Awal karirnya adalah menjadi penerbang pesawat tempur F-16 di Skadron Udara 3. Ia kemudian beralih menjadi pilot pesawat tempur Sukhoi 27/30 di Skadron Udara 11.

Anton Pallaguna sudah sering terlibat dalam pelbagai operasi matra udara dan gabungan TNI. Ia bahkan beberapa kali berhasil memaksa pesawat asing yang melanggar wilayah nasional untuk mendarat darurat.

Prajurit TNI AU berusia 45 tahun ini menyelesaikan pendidikan S1 di Universitas Narotama di Surabaya, S2 Warfare Studies di Air University, Alabama, Amerika Serikat.

Setelah itu ia menyelesaikan studi S3 Manajemen Strategi di Universitas Hasanuddin dengan predikat cum laude dan menjadi lulusan terbaik fakultas.

Baca Juga: Sikaaat.... Sneakers dari Brand Lokal Di Urban Sneaker Society 2024 Hasil Kolab bareng BRImo

2. Kolonel Wahyu Yuniartoto

Lulus dari Akademi Militer pada 2001, Wahyu Yuniartoto mengawali karirnya sebagai Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif) pada 2001. Dua tahun kemudian, ia bergabung dengan pasukan Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Jabatan paling tinggi yang diraihnya di sana adalah menjadi Detasemen Markas (Dandenma) Grup 2 pada 2014. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) pada 2016.

Halaman:

Tags

Terkini

Luvita Ho, Saat Dessert Menjadi Medium Cerita

Jumat, 1 Mei 2026 | 11:15 WIB