sosok

4 Prajurit Terbaik dari TNI dan Polri yang Kini Menjadi Ajudan Presiden Prabowo Subianto

Sabtu, 26 Oktober 2024 | 18:46 WIB
Empat ajudan Presiden Prabowo, dari kiri: Letkol Romi Habe Putra, Kolonel Anton Pallaguna, Kolonel Wahyu Yuniartoto, dan Kombes Ahrie Sonta. (Instagram)

Setelah itu, pria 45 tahun ini kembali berkontribusi sebagai Pejabat Sementara Ketua Tim Pelatih Gumil/Tih di Pusdiklatpassus. Sempat berpindah-pindah, ia kembali ditarik ke Grup 2 Kopassus pada tahun 2024 sebagai Komandan Grup.

3. Kombes Ahrie Sonta

Sebelum menjadi ajudan Presiden Prabowo, lulusan Akademi Kepolisian pada 2002 ini dikenal publik saat menjadi Sekretaris Pribadi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Di luar tugasnya sebagai Sekpri, Ahrie Sonta juga banyak terlibat dalam penanganan peristiwa kejahatan penting di tanah air, khususnya saat dirinya tergabung dalam Satgassus Nemangkawi untuk melawan KKB di Papua.

Baca Juga: Barak Tentara Rasa Glamping Jadi Lokasi Pembekalan Para Menteri di Magelang

Saat menjabat sebagai Kanit Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, ia juga mampu mengungkap peredaran 100 kilogram narkotika hanya dalam dua bulan pada 2018.

Ahrie, kelahiran 1981, bahkan terlibat dalam proses penangkapan buron kelas kakap Djoko Tjandra di kasus korupsi Bank Bali.

4. Letkol Romi Habe Putra

Lulus dari Akademi Angkatan Laut pada 2002, Romi Habe Putra melanjutkan pendidikan Spesialisasi Perwira Pelaut pada 2009. Setelah itu, ia mengikuti pendidikan setingkat Diklapa di International Maritime Officers Course USA 2013.

Kemudian prajurit berusia 43 tahun ini mengikuti Dikmatra-2 tahun 2015 dan Australian Command Staff College tahun 2018. Setelah itu, dia meraih predikat lulusan terbaik usai mengikuti Dikmatra-3 TNI AL Angkatan 12.

Baca Juga: Untuk Apa Presiden Prabowo Boyong Para Menteri ke Akmil Magelang dalam Retreat Kabinet?

Sebelum menjadi ajudan Presiden Prabowo, Romi menjabat Dan KRI Sultan Hasanuddin-366/Satkoarmada II dan bertugas di Sopsal.

Ia juga pernah mendapatkan penghargaan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan pada 2016 dalam pemberantasan illegal fishing. 

Kapal Romi berhasil menangkap paling banyak kapal ikan asing ilegal (KRI Sura-802). (Elga Windasari)

Halaman:

Tags

Terkini

Luvita Ho, Saat Dessert Menjadi Medium Cerita

Jumat, 1 Mei 2026 | 11:15 WIB