sosok

Amal Clooney Ditunjuk sebagai Profesor Tamu Praktik Hukum Internasional di Universitas Oxford

Minggu, 9 Februari 2025 | 21:07 WIB
Amal Clooney akan menjabat sebagai profesor tamu praktik hukum internasional di Blavatnik School of Government, Oxford. (Oxford Atelier)

PejuangKantoran.com - Pengacara hak asasi manusia Amal Clooney akan menduduki jabatan di Universitas Oxford, Inggris. Amal akan menjabat sebagai profesor tamu praktik hukum internasional di Blavatnik School of Government.

"Saya merasa terhormat bisa kembali ke Oxford, kali ini bukan sebagai mahasiswa, tetapi sebagai profesor," ujar Amal, yang lulus dengan gelar BA dalam bidang yurisprudensi di St Hugh's College, Oxford, tahun 2000.

Ia memperoleh beasiswa Exhibition dan Shrigley Award karena prestasinya dalam studi hukum saat menjadi mahasiswa sarjana di universitas tersebut.

Baca Juga: Siapa Bilang Perempuan Bicara Lebih Banyak daripada Laki-laki? Studi Terbaru Menunjukkan Fakta Mengejutkan!

Blavatnik School of Government mengatakan bahwa tujuannya adalah melatih para pemimpin dunia masa depan dan mendukung pemerintahan serta kebijakan publik yang lebih baik di seluruh dunia.

Ngaire Woods, dekan Blavatnik, mengatakan bahwa dia senang menyambut Amal Clooney sebagai profesor tamu.

"Sebagai praktisi dan akademisi terkemuka, keahlian dan wawasan Amal akan sangat meningkatkan penelitian dan pengajaran sekolah," katanya.

Amal menambahkan bahwa jabatan yang diberikan tersebut merupakan suatu kesempatan untuk terlibat dengan generasi pemimpin global berikutnya dan berkontribusi pada komunitas akademis yang dinamis di Oxford.

"Saya berharap dapat bekerja sama dengan fakultas dan mahasiswa untuk memajukan akses terhadap keadilan di seluruh dunia," ujar istri aktor George Clooney ini.

Hak-hak perempuan

Baca Juga: Video Musik ‘APT.’ Bruno Mars dan Rose Sudah Ditonton Lebih dari 1 Miliar Kali di YouTube

Amal, pengacara kelahiran Lebanon tahun 1978 yang pindah ke Inggris di usia 2 tahun, dikenal karena menangani kasus-kasus hak asasi manusia yang menjadi perhatian dunia.

Mantan pengacara di Doughty Street Chambers di London ini adalah bagian dari tim hukum yang bekerja untuk pembebasan jurnalis Al Jazeera yang dipenjara di Mesir.

Ia juga mewakili Nadia Murad, seorang pemenang Hadiah Nobel Perdamaian yang ditangkap dan disiksa oleh kelompok yang menamakan dirinya Islamic State (IS).

Amal juga membantu mengadili anggota IS atas genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan dan mewakili korban genosida di Darfur, Sudan, dalam sebuah kasus di Mahkamah Pidana Internasional.

Halaman:

Tags

Terkini

Luvita Ho, Saat Dessert Menjadi Medium Cerita

Jumat, 1 Mei 2026 | 11:15 WIB