Sebelumnya, Masniari juga meraih emas untuk nomor andalannya, 50 meter gaya punggung putri, di SEA Games Vietnam (2021) dan Kamboja (2023).
Di Hanoi, Vietnam, ia masuk sebagai anggota cadangan di timnas renang putri. Namun, ia malah berhasil meraih medali emas dengan catatan waktu 29,21 detik.
Baca Juga: Cuti Melahirkan Sudah Diatur dalam 3 Undang-Undang, Ini Sanksi bagi Perusahaan yang Melanggar!
Sedangkan di Kamboja (2023), Masniari berhasil memecahkan rekor SEA Games atas nama Tao Li dengan mencatatkan 28,89 detik. Atlet Singapura itu punya catatan waktu 28,90 detik saat bertanding di SEA Games 2015 di Singapura.
Namun rekor Masi (sapaan akrabnya) kemudian dipecahkan oleh Kayla Sanchez saat babak heat pada SEA Games 2025.
Punya banyak keluarga di Indonesia
Masniari Wolf, yang lahir di Wiesbaden, Jerman, 2 Desember 2005, sejak kecil sudah bercita-cita untuk punya prestasi renang di tingkat internasional. Dia memilih untuk menekuni olahraga ini dengan bersekolah dan berlatih renang di Jerman.
Tahun 2019, Masi mengikuti ajang Sueddeutsche Jahrgangsmeister dan mampu menjadi juara pada nomor 50 meter dan 100 meter gaya punggung putri.
Baca Juga: Platform Crowdsourcing LindungiHutan Membuka Lowongan Kerja Community Relation & Engagement
Setelah itu, ia mengikuti seleksi pemusatan latihan nasional (pelatnas) di Jakarta, dan akhirnya terpilih memperkuat timnas Indonesia di usia 16 tahun pada turnamen perdananya, SEA Games 2021.
Saat ini, Masniari Wolf masih menetap di kota kelahirannya, Wiesbaden. Namun ia bersedia membela Merah Putih karena dalam dirinya mengalir darah Indonesia.
Katanya, ia masih punya banyak keluarga di Indonesia dan bangga bisa mengibarkan Merah Putih.
"Alasan aku gabung Indonesia karena mama aku dari Indonesia. Aku punya opsi memilih (membela) Jerman, tetapi aku pilih Indonesia karena banyak keluarga di sana. Aku bangga mewakili Indonesia," pungkasnya.