Namun sebelum perusahaan teknologinya mapan, pola ini justru terbalik: ia mengerjakan musik lebih dulu, setelah itu baru menekuni teknologi sebagai side hustle di malam hari.
Tidak pernah libur
Banyak Gen Z dan milenial saat ini sudah akrab dengan konsep side hustle. Konten tentang rutinitas “5-to-9” bahkan ramai di TikTok. Namun, bagi Will.i.am, komitmen terhadap mimpi tidak berhenti di hari kerja saja. Pada akhir pekan, hari libur, bahkan saat ulang tahun pun, bukan alasan untuk berhenti bekerja.
“Saya nggak pernah ikut-ikut pesta,” katanya. Teman-temannya selalu bilang, "‘Kamu kerja terus, ayo keluar.’ Tapi saya nggak tertarik. Saya nggak mau keluar. Saya selalu bekerja saja."
Baca Juga: Ini Alasan Kenapa Film Garuda Di Dadaku Dihadirkan dalam Format Animasi untuk Layar Lebar
Musisi yang kini berusia 50 tahun itu selalu bangun sekitar pukul 07.00, mulai bekerja pukul 09.00, fokus pada bisnis teknologi hingga sore, lalu masuk ke jam kreativitas di malam hari.
Menurutnya, antara jam tujuh sampai sembilan malam adalah waktu paling ‘juicy’. “Di situ emosi lagi penuh, ide mengalir, dan saya tuangkan semuanya.”
Berbeda dengan masa mudanya yang sering tidur dini hari, sekarang Will.i.am memilih mengakhiri hari lebih awal dan tidur sekitar pukul 23.00.
Will.i.am menegaskan, membangun mimpi besar itu butuh kedisiplinan, pengorbanan, dan keberanian untuk menunda kenyamanan. Pandangan yang mungkin tidak mudah dijalani, tapi terbukti membawanya ke puncak kesuksesan.