Hasil tersebut menjadi sinyal awal kebangkitannya di level tertinggi.
Kemudian pada Oktober, Janice menembus peringkat 100 besar dunia, sebuah pencapaian yang terakhir kali diraih petenis putri Indonesia pada tahun 2004.
Tidak lama berselang, pada November, ia meraih gelar WTA pertama dalam kariernya di Chennai, India. Gelar tersebut menjadikannya petenis Indonesia pertama yang memenangkan turnamen level WTA sejak tahun 2002.
Baca Juga: Kesempatan Berkarier di The Langham Jakarta untuk Posisi Assistant Learning & Development Manager
Usai turnamen itu, peringkatnya melonjak dari 82 ke 53 dunia, bahkan melampaui pencapaian tertinggi Angelique Widjaja.
Sekarang, dengan debutnya di Top 50 WTA, Janice Tjen semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu atlet paling berpengaruh dalam sejarah tenis Indonesia.
Hari ini, Senin (9/2/2026), Janice Tjen dijadwalkan bertanding melawan Beatriz Haddad Maia (peringkat 67 dunia) di Qatar Open. Peluang Janice untuk menang disebut-sebut cukup besar. Semoga saja ia memberikan penampilan terbaiknya.