PejuangKantoran.com - Nama Silmy Karim menjadi sorotan publik setelah muncul dalam pemberitaan terkait operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyasar sejumlah pejabat di lingkungan Imigrasi.
Sejumlah media melaporkan bahwa KPK meminta Silmy untuk bersikap kooperatif dan memenuhi panggilan penyidik. Silmy kemudian mendatangi Gedung KPK untuk memberikan keterangan.
Di luar perkembangan kasus tersebut, Silmy dikenal sebagai salah satu profesional yang memiliki karier panjang di sektor industri pertahanan, BUMN strategis, hingga pemerintahan.
Hingga saat ini, status hukum Silmy terkait perkara yang sedang ditangani KPK masih menunggu pengumuman resmi dari lembaga antirasuah tersebut.
Baca Juga: Dollar Naik? Jangan Panik, Modal Investasi 10.000 rupiah Bisa Bikin Kamu Survive!
Biodata Singkat
- Nama lengkap: Silmy Karim
- Tempat dan tanggal lahir: Tegal, Jawa Tengah, 19 November 1974
- Pendidikan S1: Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Trisakti
- Pendidikan S2: Magister Manajemen, Universitas Indonesia
- Bidang keahlian: Manajemen strategis, industri pertahanan, transformasi BUMN, dan kebijakan publik.
Awal Karier dan Latar Belakang Pertahanan
Meski berlatar belakang ekonomi, Silmy cukup dikenal di bidang pertahanan dan keamanan nasional. Ia pernah mengikuti berbagai pendidikan dan program strategis di sejumlah institusi internasional, antara lain:
- NATO School, Jerman
- Harvard University, Amerika Serikat
- Naval Postgraduate School, Amerika Serikat
- George C. Marshall European Center for Security Studies, Jerman
Pengalaman tersebut membuatnya kerap terlibat dalam berbagai tim dan kajian terkait industri pertahanan nasional. Ia pernah menjadi anggota Tim Nasional Pengalihan Aktivitas Bisnis TNI, anggota Tim Pengendali Aktivitas Bisnis TNI, staf ahli Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP), hingga anggota Dewan Analis Strategis BIN.
Memimpin PT Pindad
Karier korporasi Silmy mulai mendapat perhatian nasional ketika dipercaya menjadi Direktur Utama PT Pindad pada Desember 2014.
Di perusahaan industri pertahanan milik negara tersebut, Silmy fokus pada penguatan bisnis alat utama sistem persenjataan (alutsista), pengembangan produk dalam negeri, serta peningkatan kerja sama internasional di sektor pertahanan.
Baca Juga: Bukan Cuma Teh Hijau, Ini 6 Buah yang Mengandung Antioksidan Lebih Tinggi Menurut Ahli Gizi
Menjadi Direktur Utama PT Barata Indonesia
Setelah memimpin Pindad, Silmy dipercaya menjadi Direktur Utama PT Barata Indonesia pada periode 2016–2018.
Di perusahaan manufaktur dan rekayasa industri tersebut, ia menjalankan berbagai upaya transformasi bisnis dan efisiensi operasional untuk memperkuat daya saing perusahaan.
Membenahi Krakatau Steel
Nama Silmy semakin dikenal publik ketika ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Krakatau Steel pada September 2018.
Tags
Artikel Terkait
-
Lihat Bumi dari Luar Angkasa, Astronaut Artemis II Ini Punya Pesan yang Bikin Merinding
-
Nggak Cuma Jual Kenangan, Begini Cara Edward Tirtanata Membawa Kopi Lokal Jadi Unicorn
-
CEO Apple John Ternus Diharapkan Lebih Bernyali sebagai Penentu Masa Depan Perusahaan
-
Luvita Ho, Saat Dessert Menjadi Medium Cerita
-
Pendiri CNN Ted Turner Meninggal Dunia di Usia 87 Tahun
-
Putri Thailand Alami Krisis Kesehatan Baru Setelah Tiga Tahun Koma
-
Update Sekuel Film Biopik Michael Jackson, Lionsgate Tegaskan 30% Materinya Sudah Ada
-
Content Creator Erika Richardo Masuk Daftar Bergengsi 'Forbes 30 Under 30 Asia Class of 2026'
-
16 Anak Muda Indonesia Masuk Daftar Forbes 30 Under 30 Asia 2026
-
Psikolog Soroti Viralitas Lagu “MBG Mas Bahlil Ganteng”, Awas Bisa Memengaruhi Persepsi Publik