PejuangKantoran.com - Dalam setiap penampilannya, Rossa selalu ceria dan tampil memukau. Suaranya yang mampu menjangkau nada-nada tinggi dan pilihan lagunya yang punya lirik menyentuh, membuat penyanyi berusia 44 tahun ini menjadi salah satu penyanyi wanita teratas di Indonesia.
Tahun 2023 juga menandakan karier musik Rossa yang sudah berjalan 25 tahun. Ketika ditanya apa rasanya bisa bertahan begitu lama di dunia music, Rossa menjawab seperti mengunyah permen dengan beragam rasa.
“Manis, asem, asin, pahit, penuh dengan keringat, air mata dan tawa. Tapi, yang pasti penuh kebahagiaan,” ujar lulusan FISIP Universitas Indonesia itu.
Baca Juga: Gagal Rekaman di Korea Selatan, Rossa Luncurkan Album Trilogi dari Labelnya Sendiri
Perjalanan Rossa selama 25 tahun berkarya tak selalu mulus, bahkan ada masanya ia merasa ingin berhenti di dunia musik.
Tekanan yang ia rasakan bukan datang dari bullyan netijen seperti yang kerap dialami para selebriti, melainkan dari desakan untuk tetap kreatif dalam berkarya.
“Aku pernah merasa mau berhenti saja. Persaingan di industri musik itu amat sangat keras. Ada perasaan, ‘Aduh, aku bisa bikin karya apa lagi, ya?’
"Aku kan sudah lama bekerja di dunia musik. Aku merasanya, ini sudah pernah bikin, itu juga pernah. Apa lagi yang belum pernah aku bikin?”
Nah, pada saat itulah terbersit keinginan untuk berhenti berkarya. “Mungkin aku kerja kantoran atau usaha lain aja!” terangnya berandai-andai.
Ada rasa tidak percaya diri atau keraguan bahwa hasil karyanya tidak akan relate dengan pendengarnya. Padahal, pada saat itu karier Rossa sebenarnya baik-baik saja. Ia selalu disibukkan dengan konser di berbagai tempat.
Baca Juga: Syifa Hadju: Aku Sudah Mengalami Pengecekan USG, Jadi Sudah Ada Bayangan...
“Bener, ada rasa-rasa tidak pede. Ada rasa, ‘Kok, musik aku jadul ya?’ Mungkin karena (lagu-lagu hit-nya) sudah lama ya. Pokoknya apa yang kelihatan di depan mata beda sama apa yang aku rasakan di dalam hati,” ujar penyanyi yang terakhir menggelar tur enam kota bertajuk “25 Shining Years” pada 2022 ini.
Menurutnya, insecurity itu memang tidak tampak. Jadi, tidak ada yang tahu bahwa dirinya sedang depresi.
Untung niat untuk berhenti itu tidak terjadi, karena kemudian Rossa mendapat tawaran untuk menggarap soundtrack film I love You From 38.000 Feet.
Walau awalnya sempat kebingungan karena belum pernah menggarap soundtrack film remaja, Rossa menyanggupinya.