PejuangKantoran.com - Setelah selesai berakting di web series Skaya and The Big Boss yang tayang di Maxstream, Natasha Willona berkonsentrasi mengerjakan syuting sekuel film Aku Tahu Kapan Kamu Mati 2: Suicide Village (ATKKM2).
Dalam film pertamanya yang beredar tahun 2020, Natasha beradu akting dengan Al Ghazali dan Ria Ricis. Pada sekuelnya kali ini, ia bermain bersama Acha Septriasa, Marsha Aruan, Giulio Parengkuan, hingga Ratu Felisha.
Demi perannya sebagai Sienna, aktris kelahiran 15 Desember 1998 ini dituntut untuk mengubah penampilan, yang ia anggap sebagai tantangan terberatnya. Natasha harus memotong rambutnya hingga pendek, dan mengecatnya dengan warna biru pekat.
Baca Juga: Terbersit Keinginan untuk Berhenti Berkarya, Rossa Mau Kerja Kantoran Saja!
“Karena waktu reading lumayan singkat, hanya tujuh hari, jadi preparation-nya langsung dari fisik yang terlihat langsung saja yang diubah,” ungkap Willo, begitu ia kerap dipanggil, saat syukuran syuting filmnya di Hotel Asyana Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (1/3/2023).
“Aku harus merelakan rambut panjangku dipotong pendek, karena dari look harus berubah total. Nggak boleh terlihat fresh karena peranku diceritakan kurang tidur dan mengalami depresi.
“Kantong tidur harus terlihat, suara harus dipertahankan untuk serak dan agak berat. Tidak boleh terlalu lembut.”
ATKKM2 mengambil waktu empat tahun dari timeline film pertamanya. Sienna, tokoh yang diperankan Natasha, sekarang sudah menjadi anak kuliahan.
Sienna dikisahkan bisa mengetahui lebih dahulu kapan orang akan mati. Karena kemampuannya itu, Sienna justru mengalami depresi.
Baca Juga: Rizky Nazar Soal Poligami: Ini Bukan Zona Nyamanku, Tapi....
Untuk mengatasi depresinya, Sienna menemui psikolog yang diperankan oleh Acha Septriasa, dibantu oleh teman-teman barunya yang diperankan Marsha Aruan dan Giulio Parengkuan.
Memerankan tokoh yang mengalami gangguan kesehatan mental cukup menjadi tantangan bagi Natasha yang merasa kepribadiannya sangat berbeda.
Aktris yang juga berkarier sebagai penyanyi ini mengakui bahwa kepribadiannya easy-going. Jarang ada kejadian-kejadian yang bisa mengganggu kestabilan emosionalnya.
“Aku nih jarang-jarang bisa tiba-tiba sedih, menangis atau marah-marah. Aku anaknya lumayan cuek, tenang-tenang aja. Tiba-tiba disuruh jadi karakter yang depresi di mana hal apa saja dipikirin banget.
“Jadi, PR untuk aku yang selalu punya positive vibes untuk berubah menjadi orang yang menarik diri dari realita kehidupan,” tukas aktris yang mulai main film umur 10 tahun ini.