PejuangKantoran.com - Pengusaha Indonesia yang membeli rumah atau gedung di luar negeri mungkin sudah biasa. Namun, tidak banyak pengusaha yang berani membeli sebuah mal.
Salah satunya adalah Sukanto Tanoto, pengusaha asal Belawan, Medan. Melalui perusahaannya, Pacific Eagle Real Estate, laki-laki 73 tahun ini membeli Tanglin Mall di kawasan Orchard Road, Singapura.
Pusat perbelanjaan itu dibeli dengan harga US$645 juta atau sekitar Rp9,5 triliun.
Baca Juga: Siapa Françoise Bettencourt Meyers, Perempuan Pebisnis Terkaya di Dunia?
Perusahaan Pacific Eagle Real Estate memang telah membuat terobosan di pasar real estate Singapura dalam beberapa tahun terakhir.
Tujuan Sukanto membeli mal itu adalah untuk memperlebar sayap investasi ritelnya di pusat keuangan Asia. Sebelumnya, pada tahun 2018 grup perusahaannya juga membeli Chinatown Plaza di Tajong Pagar, Singapura.
“Pusat perbelanjaan Tanglin adalah salah satu landmark retail paling tua di Singapura dan menempati lokasi yang sangat strategis, tepat di sebelah St. Regis Hotel di kantong Orchard Road,” jelas Sun You Ning, Direktur Pacific Eagle.
Dibangun pada 1970-an, Tanglin Mall yang memiliki 12 lantai disebut bisa dikembangkan lagi dengan ketinggian maksimum 20 lantai.
Raja sawit Indonesia
Pacific Eagle atau yang dulu dikenal sebagai Raja Garuda Mas, merupakan sebuah grup bisnis yang berbasis di Singapura.
Grup yang bergerak di berbagai industri, tetapi memiliki dua sektor terbesar, yaitu industri kertas dan pulp serta perkebunan kelapa sawit.
Bahkan, Sukanto disebut menguasai ratusan ribu hektar lahan konsesi yang tersebar di Kalimantan dan Sumatera. Itulah mengapa ia juga disebut sebagai salah satu Raja Sawit Indonesia.
Namanya kerap bersanding dengan nama-nama besar lainnya di bisnis tersebut, di antaranya Anthoni Salim, Martua Sitorus, dan Ciliandra Fangiono.
Baca Juga: Zendaya Tampil dalam Debutnya sebagai House Ambassador Louis Vuitton
Lahir pada 25 Desember 1949 di Belawan, Medan, Sukanto merupakan anak tertua dari tujuh saudara laki-laki. Setelah ayahnya meninggal dunia, ia meneruskan bisnis yang dirintis oleh ayahnya tersebut.