Meskipun di Indonesia banyak orang yang memakai barang KW, tetapi di Paris sendiri juga banyak orang Indonesia yang berbelanja di sana.
Selain memang banyak merek terkenal berasal dari sana, harga di sana jauh lebih murah. Menurut Helmy Yahya, barang keluaran Louis Vuitton dijual dengan harga 30% lebih murah di Paris.
Selain itu, ada yang namanya tax refund saat berbelanja barang bermerek. Ini adalah pajak penjualan yang ditambahkan pada saat kita membeli barang di butik, tetapi bisa di-refund lagi di bandara.
Besaran pajaknya juga cukup besar. Ajeng bercerita, terakhir ia berbelanja, berhasil mendapatkan tax refund sebesar 12%.
Sayangnya, tidak semua negara memberlakukan tax refund ini. Misalnya saja, Amerika Serikat. Namun, di negara tetangga, Singapura, justru ada kebijakan ini.
“Karena (negara itu) tahu banyak orang belanja di sana. (Tax refund) Itu menarik orang untuk belanja,” ujar Ajeng.
Baca Juga: Meski Sempat Turun Hujan, Suhu Panas di Indonesia Masih Tinggi. Kapan Selesainya?
Hati-hati dengan paspor saat berada di Paris
Seperti yang sudah disebutkan, 5 besar Miss Indonesia 2008 ini lebih memilih untuk tidak menggunakan barang branded saat berada tinggal di Paris. Salah satu alasannya karena terlalu banyak copet di sana.
“Itu real. Apalagi abis pandemi, kan sepi tuh. Mereka nggak ada orang yang dicopet. Abis itu orang-orang pada dateng lagi, makin ganas itu (pencopetnya),” Ajeng bercerita.
Selain barang dan uang tunai, yang juga sering dicopet adalah paspor. Padahal, ini barang yang sangat penting bagi orang asing saat berada di negara orang.
Baca Juga: Sandiaga Uno Tegaskan Alasannya Keluar dari Partai Gerindra Bukan Karena Tergoda Survei Cawapres
Itulah mengapa Ajeng selalu mengingatkan kenalannya untuk tidak membawa paspor saat berbelanja—yang memang diperlukan untuk kepentingan tax refund. Ia lebih memilih paspor cukup difoto dan disimpan di handphone.
“Aku selalu wanti-wanti, ‘Lu bawa paspor nggak? Jangan bawa paspor. Lu foto aja, fotokopi.’ Nanti kalau ditanya gimana, bilang banyak copet, ‘Gue nggak mau ambil risiko.’,” katanya.
Helmy menambahkan, saat di Paris sebaiknya tidak membawa uang tunai banyak. Lebih baik pakai kartu saja.