PejuangKantoran.com - Memakai barang KW mungkin sudah menjadi hal yang lazim bagi sebagian orang. Namun, sebaiknya jangan membawa barang KW keluar negeri, seperti Perancis, jika tidak ingin ditangkap.
Hal itu dikatakan oleh Ajeng Kamaratih, mantan pembawa acara berita Seputar Indonesia, yang sekarang tinggal berpindah-pindah di Paris dan Jakarta.
Ia tidak menutup mata bahwa di Paris memang ada yang menjual barang-barang KW, seperti di Indonesia. Tapi kalau lagi apes, bisa tertangkap. Kalau sedang mujur, maka aman dari penangkapan.
Baca Juga: Sandiaga Uno: Keputusan Menjadi Cawapres adalah Keputusan Partai Politik, Bukan Dirinya
Namun, hukuman bagi orang-orang yang membeli dan menggunakan barang KW memang ada di negara tempat Menara Eiffel itu berada.
Aturan dibuat untuk menghormati karya orang lain
Saat menjadi bintang tamu di kanal YouTube Helmy Yahya Bicara, perempuan yang menikah dengan laki-laki Perancis ini berkata bahwa aturan yang dibuat oleh pemerintah mengenai barang KW ada tujuannya.
‘Itu (aturan) tuh cara mereka (pemerintah Perancis) biar kita hormatin karya orang lain. Karena mereka kan selalu mengedepankan karya. Siapa pun bisa memfotokopi, tetapi bagaimana kalian sebagai human being bisa menghormati karya tersebut,” ujarnya.
Ajeng bilang, lewat aturan yang melarang barang KW itu, Perancis secara filosofis bisa mengajak orang, bahkan orang dari negara lain, untuk ikut menghormati aturan negaranya.
“Eh, ini tuh ketentuannya seperti ini di negara saya. Tolong dihormatin, dong,” istilah Ajeng.
Ia sendiri berpendapat bahwa memakai barang KW seperti mencuri hasil karya orang lain. Menurutnya, lebih baik sekalian memakai barang yang tidak memiliki brand.
Bahkan, Ajeng melakukan hal tersebut selama tinggal di Paris.
Baca Juga: Benarkah Pemilik Golongan Darah B Paling Jelek Kepribadiannya untuk Dunia Kerja?
Beli barang branded di Perancis memang lebih untung
Artikel Terkait
Susi Pudjiastuti Makan Steak bareng Prabowo Subianto, Betulkah Ini Lobi Politik untuk Cawapres?
May Day: Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia Ajak Buruh Lakukan Perlawanan terhadap Omnibus Law
May Day: Partai Buruh dan KSPI Tuntut Hapus Outsourcing dan Tolak Upah Murah
Hari Buruh Internasional, Jokowi Undang Investor untuk Tingkatkan Kesejahteraan Buruh dan Pekerja
Bawaslu Antisipasi Adanya Pelanggaran Pemilu dalam Peringatan Hari Buruh Internasional
Kurang Cuti dan Sering Lembur Bisa Ganggu Kesehatan Mental Karyawan
Cari Kerja Baru Usai Lebaran, Siapa takut? Ini Tipsnya Buat Kamu
8 Rekomendasi Drama Korea yang Menang di Ajang Baeksang Arts Awards
Lewat Lagu Mencintaimu, Kris Dayanti Telah Mengantar Jutaan Pengantin Ke Pelaminan
8 Kebiasaan Sehari-hari Ini Bisa Berakibat Buruk untuk Otak!