PejuangKantoran.com - Aktivis Tuli, juru bahasa isyarat, dan aktor asal Indonesia, Surya Sahetapy, berhasil menyelesaikan pendidikannya di Jurusan Pendidikan untuk Tuli dan Kesulitan Pendengaran dari Rochester Institute of Technology di New York.
Surya Sahetapy juga menjadi satu-satunya Tuli Indonesia yang lulus S2 dari Rochester Institute of Technology. Sebelumnya, Surya juga menyelesaikan S1-nya di kampus tersebut.
“Waktu kecil saya pikir mustahil Tuli berkuliah ke luar negeri. Bagaimana saya bisa belajar bahasa Inggris yang cukup agar bisa berkuliah di sini?
Baca Juga: Merasa Tak Dihargai, Atlet Renang I Gede Siman Sudartawa Tinggalkan Arak-arakan Timnas Indonesia
"Saya nggak bisa bayangkan jauh dari keluarga dan ternyata sekarang saya sampai di sini. Wow!” ujar Surya Sahetapy dalam bahasa isyarat.
Saat acara kelulusannya, pemilik nama lengkap Panji Surya Putra Sahetapy ini menerima penghargaan sebagai Outstanding Graduate. Ia pun dipilih menjadi perwakilan mahasiswa untuk berpidato.
“Jadi, saya minta bantuan teman saya di sini untuk terjemahkan (pidato saya) ke dalam bahasa isyarat Indonesia jadi semua orang bisa pahami isi pidato saya,” tutur anak ketiga pasangan Dewi Yull – Ray Sahetapy ini dari atas podium.
Dewi Yull: "Buah yang dikasih Tuhan pelan-pelan"
Penyanyi lawas ini tentu saja tidak melewatkan prosesi wisuda anak laki-lakinya tersebut. Dewi terbang ke New York bersama suami keduanya, Srikaton, untuk menghadiri wisuda Surya.
Dewi Yull tampak tak kuasa menahan air mata bahagia saat menyaksikan sang anak diwisuda dan mendapatkan tiga penghargaan sekaligus dari kampusnya.
“Ini buah yang Tuhan kasih pelan-pelan. Ini upah, saya dikasih upah dari keyakinan saya. Saya profesinya mencari makan dari bernyanyi. Dua anak saya nggak bisa dengar. Apa rahasia di balik itu? Tuhan kasih tugas ke saya buat membuka mata orang lain,” ucapnya sambil menahan tangis.
Baca Juga: Dijuluki Aktor Spesialis Mati, Jourdy Pranata Tidak Mau Ambil Pusing
Dulu, pelantun Jangan Ada Dusta di Antara Kita ini pernah bersumpah bahwa Surya akan menjadi anak yang akan membanggakannya.
Sumpah itu ia buat karena menurutnya Surya bukan miliknya. Pemuda itu hanya anak yang dititipkan oleh Tuhan kepadanya. Maka, ia yakin bahwa Tuhan yang akan melengkapi anaknya.
Ia masih ingat omongan orang tentang dua anaknya yang tuli (anak sulungnya, almarhum Gizca Putri juga tuli). Ada yang mengatakan “Kasihan ya si Dewi dua anaknya Tuli” atau “Itu dosa apa ya si Dewi, sampai punya anak dua tuli?”, dan sebagainya.