PejuangKantoran.com - Berperan sebagai dr Aiman di film Ganjil Genap, Oka Antara mengaku jika karakternya itu sangat berbeda dengan kepribadiannya.
Di kehidupan sehari-hari, ia bukan tipe yang menunda-nunda pernikahan dan tidak memiliki trauma dalam hubungan asmara. Sementara peran yang ia mainkan sebagai dr. Aiman dalam Film Ganjil Genap justru sebaliknya. Ia harus berakting sebagai seorang pria dewasa yang punya banyak trauma yang menyebabkan dirinya sulit untuk membuka diri dan takut untuk berkomitmen setiap kali berpacaran.
“Gue sih gak relate ya dengan karakter dr. Aiman karena gue lumayan cepet nikah. Di umur 28 tahun, gue sudah menikah. Sedangkan dr Aiman di umur 35 tahun, dia belum menikah juga," kata aktor kelahiran Jakarta 8 Juli 2023 itu.
Baca Juga: Korea Buka Lowongan Kerja Buat Orang Asing, Cek Situsnya di Sini
Personal experience-nya berbeda. Kalau gue kan gak banyak disakiti. Sementara dr. Aiman punya personal trauma yang tidak bisa diceritakan. Di luar, ia terlihat happy terutama di depan wanita yang ia taksir tapi sebenarnya ada masalah yang belum selesai, belum dirajut sehingga trauma itu bisa muncul kapan saja seperti luka basah."
Karena memiliki latar belakang yang berbeda, Oka pun mengakui jika itulah tantangan tersulitnya.
“Karena keputusan Aiman dan gue berbeda. Kalau dia membiarkan rasa trauma menghantui dirinya sampai umur 35 tahun. Sementara gue kan tidak punya trauma. Orang tua gue happily married dan kita semua adalah keluarga yang utuh, asyik dan seru."
"Gue selalu mencontoh hubungan suami istri dari bokap nyokap gue. Sulit untuk memerankan orang yang tidak percaya pada komitmen tetapi masih bisa naksir cewek. Itu agak susah ya. Memang ada ya cowok yang naksir sama cewek tapi tidak mau berkomitmen? Memang ada cewek yang mau diajakin seperti itu. Walau mungkin dalam kenyataannya memang ada, tapi sulit untuk memerankan karakter seperti itu,” ujar aktor keturunan Bali ini.
Baca Juga: 4 Film Indonesia yang Bakal Dirilis Bulan Juli 2023, Ada Rio Dewanto dengan Sekuel NKCTHI!
Kesulitan lain yang aktor yang sempai lima kali masuk dalam nominasi Piala Citra ini harus hadapi selama berakting di film berdurasi 124 menit itu adalah keterlibatannya dalam film komedi.
“Ini kan film komedi pertama gue di film. Kalau di film lain, komedinya dilimpahkan ke komika. Ada premisnya sendiri. Pemeran cowok cewek dan nanti ada tokoh seperti ob atau lainnya yang komika, lucu. Di film Ganjil Genap ini, komedinya dilimpahkan ke pemain utamanya, ke gue, Clara (Bernadeth), dan Baskara (Mahendra). Itu tanggung jawab yang berat banget. Yang bikin gue pede-nya karena dapat lampu hijau dari sutradara Bene dan konsultan komedi film!” terang Oka.
Walau mendapat arahan dari sutradara dan konsulten komedi, Oka tetap dituntut untuk bisa menemukan sendiri ciri atau bentukan komedi yang sesuai dengan gesture dan gaya beraktingnya.
“Kalau kita dialog lucu, itu kan berkat penulis. Tapi, kalau dialog menjadi lucu karena bagaimana kita bersikap, itu kan harus datang dari diri kita sendiri. Penulis cuma bisa menulis keadaannya doang. Lucu tanpa dialog itu sulit sih. Gue banyak belajar dari film ini. Kesannya simple tapi percaya deh main di film komedi buat seorang aktor yang biasa main drama serius, itu susah banget!” (Syanne Susita)