Kelahiran Singapura, 17 April 1948, ini adalah pendiri dari Bayan Resources, salah satu perusahaan yang bergerak di sektor tambang batu bara.
Kwong yang berganti kewarganegaraan menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada 1992, membeli tambang batubara pertamanya melalui PT Gunungbayan Pratamacoal di 1997.
Saat ini, melalui bisnis pertambangan batu baranya, Bayan Resources, Kwong berhasil menjadi orang terkaya ke-30 di Indonesia versi Forbes.
4. Sri Prakash Lohia
Kekayaan: US$7,2 miliar atau sekitar Rp109 triliun
Ia adalah pendiri dan ketua Indorama Corporation, perusahaan petrokimia dan tekstil.
Meski lahir dan besar di India, tetapi Sri Prakash menghabiskan sebagian besar kehidupan profesionalnya di Indonesia sejak 1974.
Pada 2006, Indorama Corporation mengakuisisi pabrik olefin terintegrasi di Nigeria dan saat ini merupakan perusahaan petrokimia terbesar di Afrika Barat, sekaligus produsen olefin terbesar kedua di benua Afrika.
5. Prajogo Pangestu
Kekayaan: US$5,8 miliar atau sekitar Rp 87,8 triliun
Sebelum krisis ekonomi 1997, Phang Djoen Phen adalah seorang pengusaha dan taipan perkayuan terbesar di Indonesia.
Meski operasi pemotongan kayu miliknya sekarang jauh lebih kecil, tetapi kekayaannya masih tertimbun di Tri Polyta Indonesia Tbk.
Ini merupakan produsen polypropylene terbesar di Indonesia yang memiliki kongsi dengan Kartini Muljadi, pebisnis dan pengacara korporat Indonesia.
6. Chairul Tanjung
Kekayaan: US$5 miliar atau sekitar Rp75,7 triliun
Mantan Menko Perekonomian di 2014 ini, namanya dikenal luas sebagai pengusaha sukses pemimpin CT Corp, yang memiliki beberapa anak perusahaan seperti Trans Corp, Bank Mega, dan CT Global Resources.
Saat ini, CT—sapaan akrabnya—juga menjadi jajaran direksi beberapa perusahaan, yaitu Pariarti Shindutama, CT Corp, dan Para Rekan Investama.
Baca Juga: Bukan Cuma Bucin, Ini Alasan Rey Mbayang dan Dinda Hauw Lebih Suka Main Bareng di Satu Film