7. Tahir dan keluarga
Kekayaan: US$4,6 miliar atau sekitar Rp69,9 triliun
Lahir dengan nama Ang Tjoen Ming pada 24 Maret 1952, Tahir adalah seorang pengusaha, investor, dan filantropis.
Ia pendiri Mayapada Group, sebuah perusahaan induk yang memiliki beberapa unit usaha. Sebut saja, perbankan, media cetak dan TV berbayar, properti, rumah sakit, hingga jaringan toko bebas pajak atau duty free shopping (DFS).
8. Djoko Susanto
Kekayaan: US$4,2 miliar atau sekitar Rp63,6 triliun
Ia adalah pemilik grup Alfamart, bisnis ritel minimarket. Djoko mengembangkan bisnis ritel PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk dengan menjalankan lebih dari 5.500 toko di bawah beberapa merek seperti Alfamart, Alfa Express, Alfamidi, dan Lawson.
Pada 2007, ia juga mendirikan Alfamidi, yang menjadi salah satu idenya dalam diferensiasi merek yang berakhir sukses.
9. Lim Hariyanto Wijaya Sarwono
Kekayaan: US$4,2 miliar atau sekitar Rp63,6 triliun
Lim dan keluarganya memiliki saham mayoritas di produsen minyak sawit yang terdaftar di Singapura, Bumitama Agri. Perkebunannya sendiri berlokasi di Indonesia.
Grup Harita juga memiliki mayoritas saham perusahaan tambang bauksit yang terdaftar, Cita Mineral Investindo. Perusahaan pemrosesan nikel terintegrasi milik Lim, Trimegah Bangun Persada, sedang merencanakan IPO senilai $1 miliar.
Baca Juga: Oka Antara: Jaga Komitmen Pernikahan Itu Gampang-Gampang Susah
10. Dewi Kam
Kekayaan: US$3,7 miliar atau sekitar Rp56 triliun
Meski namanya terdengar asing, tetapi ia bukan orang asing lagi di dunia usaha. Dewi memiliki sederet kepentingan dalam pembangunan dan pengoperasian pembangkit listrik.
Ia pemilik PT Sumbergas Sakti Prima dengan penguasaan 91% saham. Dalam struktur kepemilikan PT Sumber Segara Primadaya, Dewi yang menjabat sebagai Komisaris memiliki 99,5%.
Menurut Forbes, Dewi mendapatkan sebagian besar kekayaannya dari saham minoritas di perusahaan tambang batubara Bayan Resources. (Elga Windasari)