PejuangKantoran.com - Jika menyimak dari trailer-nya, Ketika Berhenti Di Sini termasuk film yang sangat menguras emosi. Film yang dibintangi oleh Prilly Latuconsina itu mengangkat isu tentang mengatasi rasa kehilangan dan bagaimana melanjutkan kehidupan.
Namun, Prilly Latuconsina dengan tegas menepis anggapan bahwa ia sengaja membuat film hanya untuk memancing rasa haru dan tangisan penonton.
Baca Juga: Meski Punya Banyak Tantangan, Cindy Nirmala Tidak Diganggu Roh Halus Saat Syuting Mantra Surugana
“Sebenarnya menangis itu efek dari menonton, ya. Pas membuat film ini, tidak ada niat membuat film yang isinya nangis-nangis atau harus sedih. Yang kita fokusin adalah isunya!" ujar Prilly Latuconsina, saat konferensi pers Ketika Berhenti Di Sini di kawasan Pegangsaan Barat, Jakarta Pusat, Rabu (28/6/2023) lalu.
"Kita ingin mengangkat isu yang relate dengan kehidupan sehari-hari. Tentang kehilangan, bagaimana merelakan, punya kesempatan kedua, dan isu yang terjadi dalam sebuah hubungan.
"Bagaimana sebuah hubungan berakhir bukan karena dosa besar seperti perselingkuhan, tetapi bisa juga karena beda visi atau bagaimana mengedepankan ego masing-masing bisa merusak hubungan dengan seseorang. Itu tema utama yang ingin kita angkat lewat film ini,” tutur Prilly, yang juga bertindak sebagai produser.
Hal lain yang juga ingin ditampilkan oleh Prilly dan sutradara Umay Shahab dalam film Ketika Berhenti Di Sini adalah menunjukkan perkembangan teknologi yang bisa mencapai apa yang kita rasa tidak bisa.
“Kita bisa melihat orang yang mungkin sudah tidak ada di hidup kita. Contohnya seperti konser almarhum Glenn Fredly kemarin di mana penggunaan hologram seperti AI bisa menghadirkan sosok almarhum.
"Kita masih punya memori tentang sosok yang sudah hilang, tapi itu bisa dibangkitkan kembali lewat teknologi,” terang Prilly.
Baca Juga: Sulit ke Lain Hati, Umay Shahab Kembali Gaet Prilly Latuconsina Jadi Peran Utama di Film Terbarunya
Secara pribadi Prilly juga mengakui bahwa menghadapi rasa kehilangan bukan hal yang mudah. Begitu juga, harapan untuk mendapat kesempatan kedua, terutama kesempatan untuk bertemu orang-orang yang sudah tidak lagi bersama.
Karena merasa sangat dekat dengan tema yang diangkat di film itulah, Prilly mengaku sulit untuk membendung emosinya, terutama untuk adegan menangis.
“Yah, akhirnya saya seperti yang terlihat di trailer, nangis-nangis banget! Padahal, ekspresi-ekspresi itu sudah berusaha saya tone down untuk menyesuaikan karakter Dita yang tidak gampang meledak-ledak dalam mengeluarkan emosi."
Pada beberapa adegan, Umay Shahab sampai berulang kali meminta aktris kelahiran 15 Oktober 1996 itu untuk menahan tangisnya.
"Please, tahan! Jangan sampai keluar!" begitu kata Umay selalu. Tetapi, Prilly hanya mampu menahan lima detik. Setelah itu air matanya pecah tak terbendung karena emosi yang luar biasa.