PejuangKantoran.com - Salah satu alasan penentu yang biasanya diyakini seorang aktor saat menerima peran dalam film adalah karena karakternya memiliki beberapa kesamaan dengan kepribadiannya sehingga terasa lebih relatable.
Dengan kesamaan seperti itu, saat menjalankan pendalaman peran tentu prosesnya menjadi lebih mudah.
Baca Juga: Ditanya Soal Diselingkuhi Sahabat Sendiri, Dikta Akui Dirinya Tidak Mungkin Bisa Tegar
Namun, tidak begitu dengan Jourdy Pranata ketika dipercaya untuk memerankan Joshua di Dear Jo: Almost Is Never Enough. Ia mengaku perannya sangat berbeda.
“Waktu pertama kali diajakin berperan sebagai Joshua oleh Pak Monty Tiwa, pas baca karakternya, wow! Apa yang harus saya lakukan untuk mendekati karakter Joshua?
"Dari banyak aspek, Joshua dan Jourdy itu sangat jauh. Segi usia, pengalaman, dan latar belakang Joshua dengan saya sendiri lumayan berbeda," kata Jourdy Pranata, saat peluncuran trailer Dear Jo: Almost Is Never Enough di kantor MVP Pictures, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (10/7/2023).
Ia berusaha mendalami perasaan seorang pria yang sudah menikah, dan dihadapkan dengan kondisi di mana orang yang disayangi tidak bisa memiliki keturunan.
"Pergejolakan batinnya seperti apa? Lalu ia dihadapkan dengan opsi surrogacy ini. Hal tersulit adalah ngebedah feeling-nya!” ungkap aktor 29 tahun ini.
Lebih lanjut, Jordy menjelaskan karakternya mengalami perubahan persepsi berkat hal-hal yang dialami sepanjang film. Layaknya sebuah proses dalam kehidupan, perubahan itu justru jadi salah satu daya tarik mengapa ia akhirnya mau menerima tawaran berperan sebagai Joshua.
“Joshua itu punya cinta yang sangat besar buat istrinya, pekerjaannya, hingga sama eyangnya.
Baca Juga: Sering Kebagian Peran Menangis, Prilly Latuconsina Coba Peran Cewek Konyol di Cinta Dua Masa
"Tetapi ketika terjadi satu episode baru dalam hidupnya yang tidak bisa saya ceritakan di sini, ternyata Joshua justru menemukan arti yang lain lagi terhadap cinta. Berproses," ujar Jourdy.
Ia belajar bahwa cinta bukan soal memiliki, menyayangi, berada di sisi orang yang dikasihi, tetapi juga bagaimana cara melepaskan, mengikhlaskan orang yang dicintai, mengikhlaskan kondisi yang dialami, dan menyadari bahwa semua itu juga bagian dari cinta.
"Film ini mengajarkan bahwa cinta itu datangnya tidak bisa dikira-kira, dengan siapa kita jatuh cinta, dalam keadaan seperti apa. Semua itu tidak bisa ditebak dan kita tidak bisa kontrol. Itu definisi cinta di mata Joshua,” jelas aktor yang sepanjang tahun 2023 sudah bermain di delapan film ini.
Sementara sebagai aktor yang masih single, konflik yang dia alami belum pernah seberat atau sepelik yang dihadapi tokoh Joshua. Definisi cinta buat Jourdy juga belum sekompleks itu.