sosok

Alasan Happy Salma Tidak Ingin Kedua Anaknya Mengikuti Jejaknya Terjun Ke Dunia Teater

Minggu, 23 Juli 2023 | 18:00 WIB
Dikenal sebagai tokoh pementasan teater berkualitas, Happy Salma tidak ingin anak-anaknya mengikuti jejaknya. (Instagram @happysalma)

PejuangKantoran.com - Happy Salma sudah cukup lama malang melintang di dunia akting. Bersama yayasan budaya yang didirikannya, Titimangsa, ia dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam memperkenalkan pementasan teater berkualitas di Indonesia.

Pementasan Ariyah dari Jembatan Ancol merupakan pementasan Titimangsa yang ke-63, di mana tiketnya hingga kini sudah terjual hingga 1200 lembar, dan tinggal tersisa 10 persen lagi.

Semakin banyaknya pihak sponsor yang berminat untuk menginvestasikan dana pada teater, disebut Happy Salma sebagai efek dari ekosistemnya yang sedang bertumbuh dan berkembang ke arah positif.

Baca Juga: Bikin Bangga! Putri Alya Rohali, Namira Adjani, Diterima S2 di 5 Universitas Top Inggris

“Memang belum bisa dibilang industri karena ekosistemnya masih bertumbuh. Tapi, kesadaran atau ketertarik publik sudah lebih bagus.

“Perlahan, beberapa pihak sudah terlihat tertarik dan terbuka jika alternatif hiburan masyarakat itu teater,” ujar Happy Salma, usai konferensi pers Ariyah dari Jembatan Ancol di Tugu Kunstkring Paleis, Menteng, Jakarta, Kamis (13/7/2023).

Yang membedakan dunia teater di Indonesia dan luar negeri, menurut Happy, adalah kecintaan teater jika di luar negeri sudah dibangun dan diajarkan sejak kecil.

“Di luar negeri, anak TK sudah dibiasakan untuk menonton teater, mau mengapresiasi dengan membayar tiket pertunjukan teater. Sementara di kita ini pelan-pelan.

“Orang sudah mulai ada yang mau membayar tiket dan ternyata banyak kok yang mau (nonton). Kadang-kadang permasalahannya cuma bagaimana mengkomunikasikannya,” tutur aktris yang akan bertindak sebagai produser di Ariyah dari Jembatan Ancol.

Itu sebabnya Happy juga sudah memperkenalkan seni kepada kedua anaknya. Ia mengaku tidak terlalu sulit memperkenalkan seni, karena berkesenian selalu ada dalam keseharian keluarganya.

“Kalau suami, dari kecil karena tinggal di Australia dan ayahnya mengelola beberapa museum, jadi sangat dekat dan akrab dengan tradisi dan budaya pertunjukan. Jadi, dia sangat appreciate dan mengerti apa yang saya kerjakan.

Baca Juga: Yang Bikin Mikha Tambayong Grogi Tampil dalam Pementasan Teater Ariyah dari Jembatan Ancol

“Nah, kalau anak-anak, kebetulan kan saya tinggal di desa ya? Di Bali, mereka terbiasa melihat, menikmati seni-seni tradisi. Sering melihat bagaimana tarian, wacana tutur, gerak menjadi bagian dari ekspresi,” ujar Happy, yang bersuamikan keturunan Raja Ubud, Bali.

Anak-anak Happy dan sang suami, Tjokorda Bagus Dwi Santana Kerthyasa, sejak kecil sudah akrab dengan suasana panggung pertunjukan.

“Melihat itu (seni) sudah menjadi sesuatu hal yang membanggakan mereka, suatu hal yang menyenangkan. Bahwa ruang seni adalah ruang paling efektif untuk berkomunikasi secara kemanusiaan dengan siapa pun,” terang aktris berusia 43 tahun ini.

Halaman:

Tags

Terkini

Luvita Ho, Saat Dessert Menjadi Medium Cerita

Jumat, 1 Mei 2026 | 11:15 WIB