PejuangKantoran.com - Untuk ketiga kalinya, Forbes merilis daftar “50 Over 50”, yang berisi deretan eksekutif perempuan inspiratif dan pemilik bisnis yang dianggap telah membuat langkah besar di dunia.
Para perempuan di atas usia 50 tahun yang masuk daftar "50 Over 50" ini tidak hanya mampu mengatasi hambatan atau tantangan yang luar biasa, tetapi juga menegaskan bahwa tidak ada batasan usia untuk berprestasi.
Baca Juga: Apakah Cillian Murphy Sudah Menikah? Hm… Kenalan Yuk, dengan Istrinya Selama 20 Tahun Ini
Salah satu nama yang masuk daftar "50 Over 50" tahun ini adalah Jamie Lee Curtis. Lewat film Everything Everywhere All at Once, perempuan berusia 64 tahun ini berhasil mendapatkan piala Oscar pertamanya.
Hal itu menjadi bukti bahwa meski usianya tidak lagi muda, tetapi Jamie Lee Curtis tetap memiliki kualitas terbaik untuk menjadi seorang aktris peraih Piala Oscar.
Selain dirinya, ada juga nama-nama terkenal lain seperti Patti Labelle, Viola Davis, Lisa Vanderpump, Peggy Whitson, dan Nancy Pfund.
Bermacam profesi perempuan dalam daftar “50 Over 50”
Selain sebagai penyanyi dan pemain film Godmother of Soul, Patti Labelle (79), juga terkenal sebagai pengusaha.
Ia menggunakan uang dari penjualan musiknya untuk mendukung Patti's Good Life, sebuah perusahaan dengan produk pai ubi jalar dan mac and cheese saat yang menjadi best-seller di Walmart.
Lalu ada Peggy Whitson, seorang astronot berusia 63 tahun. Ia merupakan satu-satunya perempuan yang masih hidup yang pernah bekerja di luar angkasa selama lebih dari 675 hari.
Ada juga Nancy Pfund, pengusaha 53 tahun yang membentuk spin-off bisnis modal ventura DBL Partners yang berspesialisasi dalam teknologi iklim. Pada 2021 perusahaan tersebut menutup dana sebesar $600 juta.
Baca Juga: Sutradara Oppenheimer Christopher Nolan Ungkap Alasan Tak Pakai Ponsel dan Tak Punya Email
Kemudian ada Mariam Naficy (52), yang pada 1998 mendirikan Eve.com, lalu menjualnya seharga US$100 juta secara tunai dua minggu sebelum Nasdaq jatuh pada 2000.
Miriam kemudian mendirikan pasar seni dan desain Minted pada 2007. Ia mengembangkan perusahaan itu hingga memiliki aset senilai US$300 juta.
Pada 2021, pengusaha tersebut mendirikan Heretic Ventures untuk berinvestasi di perusahaan yang digerakkan oleh artificial intelligence (AI).