sosok

Kiat Ajil Ditto Fasih Berbahasa Sunda dan Berdoa Bahasa Arab di Film Hidayah

Sabtu, 7 Januari 2023 | 11:52 WIB
Berperan sebagai Bahri dalam film Hidayah, Ajil Ditto harus fasih berbahasa Sunda dan Arab. (Instagram/@ajil_ditto08)

PejuangKantoran.com - Mulai 12 Januari 2023, film Hidayah yang mengacu pada serial TV berjudul sama yang sukses pada tahun 2005-2007, siap beredar. Film horor yang semula akan dirilis 20 Oktober 2022 ini disutradarai Monty Tiwa, dan dibintangi oleh Ajil Ditto, Givina Lukita, Alif Joerg, Khiva Iskak, Unique Priscilla, Dewi Yull, dan Joshua Pandelaki.

Film ini mengisahkan tentang Bahri (Ajil Ditto), mantan narapidana yang ingin mengubur masa lalunya. Dia pindah ke Desa Mekarwangi atas permintaan sahabatnya, Hasan (Alif Joerg). Desa ini mengalami gangguan gaib, yang kabarnya disebabkan oleh Ratna (Givina Lukita), teman lama Bahri.

Baca Juga: Ide Bekal ke Kantor : Nasi Ayam Kecap Tumis Praktis

Ratna sudah lama sakit parah tetapi tak kunjung menemui ajal. Teriakan kesakitan Ratna selalu menghantui keheningan desa setiap malam. Ketika akhirnya Ratna meninggal dunia, Bahri dituntut untuk bertanggung jawab. Bahri pun meminta hidayah dan memperteguh imannya.

Untuk memerankan Bahri, Ajil Ditto dituntut untuk fasih berbicara dua bahasa. Dia harus membacakan doa-doa dari kitab Al-Quran dalam Bahasa Arab, sekaligus berbahasa Sunda untuk dialognya sehari-hari.

“Memang ada beberapa doa yang buat saya sendiri baru pertama kali mendengarnya, terdengar baru, seperti doa melawan jin. Saya kan harus bisa meyakinkan penonton. Jadi, saya harus melancarkan pelafalan. Jangan sampai salah. Karena huruf Arab itu, kalau terlalu panjang atau pendek, bisa berbeda artinya,” ujar Ajil, saat ditemui seusai gala premiere Hidayah di Epicentrum Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (5/1/2022).

Baca Juga: Kucing Taylor Swift Jadi Kucing Terkaya Ketiga, Punya Kekayaan Rp1,5 T! Jangan Bandingin sama Gaji

Namun, Ajil tidak merasa terbebani dengan tuntutan untuk berbahasa Arab. Yang justru membuatnya harus lebih banyak riset dan konsultasi justru ketika harus berbahasa Sunda. Film Hidayah memang mengambil setting di sebuah pesantren di Desa Mekarwangi, Jawa Barat.

“Lucunya, saat mendalami karakter, saya baru tahu kalau karakter orang Sunda bukan yang meledak-ledak. Bukan orang yang ngomongnya nge-gas. Berbanding terbalik sama saya yang kalau ngomong suka ekspresif,” ujar pria bernama asli Muhammad Fazzill Alditto ini.

Itu sebabnya Ajil mencoba untuk lebih kalem dalam memerani Bahri. Untuk memelajari logat Sunda, ia mencoba mencari referensi ke beberapa pihak, termasuk dengan kakaknya sendiri yang kini tinggal di Bandung.

Baca Juga: Menu Minuman Baru Starbucks yang Bisa Bikin Kamu Semangat Kerja: Bukan Cuma Kopi

“Setiap kakak ngomong, logatnya itu Sunda banget. Jadi, kakak saya itu jadi salah satu acuan saya berbicara logat Sunda. Selain itu, saya dan mungkin seluruh pemain juga sangat dibantu Ibu Dewi (Yull) yang memang orang Sunda asli. Ibu sangat membantu saya sekali. Semua dialog yang mengharuskan menggunakan Bahasa Sunda itu kita konsul langsung dengan ibu Dewi,” katanya.

Walaupun tuntutan peran di film Hidayah dianggap cukup berat, Ajil tetap bersyukur bisa bergabung dengan produksi ini karena bisa beradu akting dengan aktor-aktris senior seperti Dewi Yull, Unique Priscilla, dan Joshua Pandelaki.

“Saya merasa terhormat sekali bisa berakting dengan banyak pemain senior di mana saya bisa banyak belajar. Tidak sangka saya bisa berakting dengan ibu Dewi Yull karena beliau idola mamaku. Tapi, sekarang sudah menjadi idola saya juga!” pungkas aktor kelahiran Medan, 21 tahun lalu ini. (Syanne Susita)

Tags

Terkini

Luvita Ho, Saat Dessert Menjadi Medium Cerita

Jumat, 1 Mei 2026 | 11:15 WIB