PejuangKantoran.com - Dipercaya memerankan Ratna dalam film Gita Cinta Dari SMA membuat Prilly Latuconsina harus membiasakan diri berbicara dengan Bahasa Indonesia baku.
Pasalnya, film ini aslinya beredar tahun 1979 di mana bahasa yang digunakan jauh berbeda dengan cara bicara anak SMA sekarang ini. Sebutlah misalnya, bahasa Jaksel.
Berbicara dengan Bahasa Indonesia baku jelas bukan hal yang biasa bagi Prilly, yang lahir 15 Oktober 1996. Ia merasa jengah, karena gaya bahasa tersebut membuat merasa seperti mau presentasi.
Baca Juga: Dibilang Bawel dan Cempreng, Akting Prilly Latuconsina Sempat Diragukan di Film Gita Cinta dari SMA
“Awalnya susah ya, karena kita terbiasa berdialog dengan bahasa enggak baku. Akhirnya, kita latihan berbicara bahasa baku dan belajar mengenal karakteristik bahasa baku seperti apa. Nadanya seperti apa,” ujar aktris berdarah Ambon dan Sunda itu.
Prilly mencoba membiasakan diri sehingga bahasa Indonesia baku itu seolah sudah menyatu dengan dirinya, bukan sebagai tempelan saja.
“Saya dan Yesaya (Abraham, pemeran Galih di Gita Cinta dari SMA) mencoba membuat bahasa baku itu menjadi bahasa sehari hari,” sambungnya.
Berbicara dalam bahasa baku juga dilakukannya di luar syuting, termasuk saat mengobrol dengan teman-teman dekatnya. Sampai suatu ketika, saat sedang bertengkar di telepon dengan salah satu sahabat dekatnya, Prilly tak sadar berbicara dengan bahasa baku.
“Langsung diledekin sama Yesaya, ‘Lagi reading, lu?’ Baru sadar kalau saya terbawa. Karena saya kan biasanya berdebat dengan teman saya pakai kata 'gue-elu',” terang Prilly sambil tertawa.
Baca Juga: Nyanyikan Lagu Tema Virgo And The Sparklings, Adhisty Zara Insecure dengan Suaranya Sendiri
Setelah terlatih berbicara bahasa Indonesia baku, Prilly berharap orang-orang mulai membiasakan diri melakukan hal yang sama. Secara khusus, ia mengajak gen Z, yang lebih suka berbicara dengan bahasa campuran seperti bahasa Jaksel, untuk berbahasa baku.
Prilly merasa berbicara dengan Bahasa Indonesia yang baku sesuai kaidah EYD justru membuat makna bahasanya menjadi lebih dalam dan jauh lebih romantis.
“Karena ketika saya coba PDKT menggunakan bahasa baku, rasanya lebih nyesss! Rasanya beda banget, apalagi kalau kita ngomong ke orang yang kita suka.
“Gombal pakai bahasa baku tuh kayak menyampaikan dengan bahasa lebih berstruktur, perasaannya jadi lebih jelas. Tidak ada yang terbuang-buang atau terpotong-potong,” kilah gadis yang masuk dalam daftar Forbes 30 under 30 Asia tahun 2022 ini.
Baca Juga: Bangganya Bryan Domani Main Film Bareng Mawar De Jongh di Virgo And The Sparklings