PejuangKantoran.com - Beberapa waktu lalu sempat beredar info bahwa air galon bisa menyebabkan kanker payudara. Hal ini tentu saja meresahkan banyak orang lantaran air galon bisa jadi minuman yang dikonsumsi sehari-hari baik di rumah atau di kantor.
Namun, hal itu nyatanya hanya hoax semata. Praktisi kesehatan bidang onkologi atau penyakit kanker, dr. Bajuadji, Sp.B (K) Onk, mengatakan tak ada kaitannya sama sekali antara air galon dengan penyakit kanker payudara.
“Saya tidak pernah menemukan ada dari pasien-pasien yang mengalami kanker payudara karena telah mengkonsumsi air galon. Itu menurut saya hanya persaingan usaha saja,” ujarnya dalam pernyataannya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD-KHOM, FINASIM, FACP. Dia menyampaikan belum pernah menemui pasien kanker karena telah mengonsumsi air galon.
Baca Juga: PT Shell Indonesia Buka Lowongan Category Manager Food Service untuk Bisnis Non-Bahan Bakarnya
“Belum ada buktinya sama sekali hingga saat ini,” ungkapnya.
“Jadi belum ada penelitian air galon itu menyebabkan kanker,” ujarnya.
Dia melihat isu-isu yang mengait-ngaitkan air galon dengan kanker payudara itu hanya karena adanya unsur-unsur persaingan usaha semata.
Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) juga mengendus adanya isu persaingan usaha dalam kasus penyudutan air galon ini. Komisioner KPPU, Chandra Setiawan, melihat penyudutan terhadap produk tertentu ini dilarang dalam hukum persaingan usaha.
Baca Juga: Penipuan Berkedok Kerja “Freelance” Kembali Makan Korban, Pegawai PPSU Kehilangan Rp28 Juta
Dokter spesialis penyakit kanker ini menyebut 85 persen penyebab kanker payudara disebabkan karena faktor keturunan atau genetik.
Selain itu 15 persennya karena faktor lingkungan seperti zat kimia yaitu formalin dan zat pengawet makanan, radiasi ultraviolet, merokok, minum, alkohol, penyakit yang berhubungan dengan dan kebiasaan minum alkohol. Penyebab lainnya adalah penyakit yang berhubungan dengan defisiensi tubuh/imunitas misalkan HIV/AIDS, penyakit hepatitis atau gangguan fungsi hati.
Selain itu, kanker payudara juga bisa disebabkan karena terjadinya ketidakseimbangan hormon dalam tubuh.
Misalnya, pada seseorang yang mempunyai riwayat mengonsumsi hormon, mereka yang melaksanakan inseminasi buatan atau bayi tabung, atau ada riwayat pemakaian KB suntik, KB pil, dan KB implan.
Artikel Terkait
Link Resmi Daftar Rekrutmen Bersama BUMN, Jangan Tertipu!
Disebut Tak Lulus Tes Kejiwaan, Guru ASN Pangandaran Kecewa. RK dan Bu Susi Pun Turun Tangan!
Atlet Pencak Silat Safira Dwi Meilani Sempat Didiskualifikasi Sebelum Rebut Emas SEA Games Kamboja 2023
Dicuekin Kadinkes Lampung Reihana Saat di Gedung KPK, Awak Media Lempar Pertanyaan Konyol
Tora Sudiro Senang Berakting di Hello Ghost Karena Tak Perlu Menutupi Sindrom Tourette-nya
Presiden Filipina Sumringah Diajak Jokowi Naik Kapal Phinisi Saat KTT ASEAN 2023 Labuan Bajo
Tips dan Trik Agar Lolos Rekrutmen Bersama BUMN, Langsung dari Sharing Pengalaman Peserta
Daffa Wardhana Belajar Bahasa Bali Langsung di Lokasi Saat Syuting Bukannya Aku Tidak Mau Nikah
Arnold Poernomo dan Tim Juru Masak di Balik Sajian Menu Makanan di KTT ASEAN 2023
4 Dugaan Aksi “Halalkan Segala Cara” ala Kamboja Agar Jadi Juara di SEA Games 2023
Kepala BKPSDM Kabupaten Pangandaran Dinonaktifkan, Husein Ali Batal Mundur Jadi Guru