5 Hal yang Harus Kamu Perhatikan Ketika Ingin Rutin Berlari

photo author
Adhityaswara Nuswandana, Pejuang Kantoran
- Rabu, 1 Juli 2026 | 13:55 WIB
Memulai rutinitas berlari adalah langkah besar yang sangat baik untuk kesehatan fisik dan mental Kamu. Namun, banyak pelari pemula yang berhenti di tengah jalan karena kelelahan atau mengalami cedera akibat salah strategi (Pejuang Kantoran/Google Gemini)
Memulai rutinitas berlari adalah langkah besar yang sangat baik untuk kesehatan fisik dan mental Kamu. Namun, banyak pelari pemula yang berhenti di tengah jalan karena kelelahan atau mengalami cedera akibat salah strategi (Pejuang Kantoran/Google Gemini)

PejuangKantoran.com - Memulai rutinitas berlari adalah langkah besar yang sangat baik untuk kesehatan fisik dan mental Kamu. Namun, banyak pelari pemula yang berhenti di tengah jalan karena kelelahan atau mengalami cedera akibat salah strategi. Agar aktivitas ini menjadi kebiasaan yang menyenangkan dan bertahan lama, perhatikan lima poin krusial berikut ini:

Baca Juga: Apa yang Harus Kamu Lakukan Biar Nggak Kena Zonk Panitia Kompetisi Lari Berkaca dari Kasus Yellow Run 2026

Baca Juga: 5 Alasan Mengapa Lari Berdasarkan Durasi Lebih Baik daripada Fokus Pada Jarak

1. Lari Pelan (Slow Run)

Banyak pemula yang lebih mementingkan kecepatan ketika baru awal berlari. Padahal kunci utama adalah lambat. Seperti kata pepatan, “Biar lambat asal selamat,” begitupun ketika awal berlari.

Berlari pelan (slow run) akan membantu kamu membangun kekuatan dasar lari yaitu endurance. Endurance based training, akan membantu dirimu nantinya untuk berlari lebih jauh dan lebih kencang. Luangkan waktu hampir 80% dari total latihan mingguanmu untuk slow jog.

Dengan banyak berlari di intensitas rendah akan mengurangi resiko cedera, dan memudahkan badan kamu untuk melakukan recovery.

2. Gunakan Jalur yang Sama

Pergunakan jalur yang berulang kali memiliki keuntungan psikologis dan fisik yang besar. Melalui rute yang sudah sudah dihafal, Kamu tidak perlu pusing memikirkan navigasi, kondisi jalanan, atau potensi tersesat. Jalur yang konstan juga memudahkan Anda dalam mengukur kemajuan jarak, memantau pace (kecepatan), serta mengenali titik-titik aman untuk beristirahat saat tubuh mulai lelah.

Selain itu menggunakan jalur yang sama juga memudahkan kamu apabila ingin berhenti mencari minum/snack. Karena kamu sudah hapal spot warung/supermarket di jalur kamu. 

3. Tidur Cukup

Performa lari yang optimal tidak hanya ditentukan saat Anda berada di lintasan, melainkan juga saat Kamu beristirahat. Tidur malam yang cukup (sekitar 7–9 jam) menjadi waktu krusial bagi tubuh untuk melepaskan hormon pertumbuhan yang memperbaiki jaringan otot yang robek selama berlari. Kurang tidur akan menurunkan fokus, memicu kelelahan dini, dan meningkatkan kadar kortisol yang memperlambat proses pemulihan tubuh Anda.

Investasi di smartwatch atau smart band yang mampu memonitor tidurmu juga membantu. Mereka akan memberikan monitoring tidur Kamu semalam apakah berkualitas atau tidak.  

4. Nutrisi yang Cukup

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Adhityaswara Nuswandana

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X