Yuk Commuting Sehat! Mau Pilih Bersepeda dari Rumah atau Jalan Kaki, Mana yang Lebih Cepat Membakar Kalori>

photo author
Adhityaswara Nuswandana, Pejuang Kantoran
- Jumat, 10 Juli 2026 | 11:15 WIB
Bagi pekerja urban, kemacetan jalan raya adalah menu harian yang menguras energi dan waktu. Di tengah padatnya rutinitas, mengganti kendaraan pribadi atau transportasi umum dengan active commuting—seperti bersepeda atau jalan kaki menuju kantor—menjadi solusi. (Pejuang Kantoran/Google Gemini)
Bagi pekerja urban, kemacetan jalan raya adalah menu harian yang menguras energi dan waktu. Di tengah padatnya rutinitas, mengganti kendaraan pribadi atau transportasi umum dengan active commuting—seperti bersepeda atau jalan kaki menuju kantor—menjadi solusi. (Pejuang Kantoran/Google Gemini)

PejuangKantoran.com – Semenjak era pandemi, kesadaran atas kesehatan menjadi sangat tinggi Berdasarkan data survei dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Kesehatan RI, tercatat 74% responden, memiliki komitmen menjaga kesehatannya. Hal senada juga dipaparkan oleh Survei Asia Pacific Health Priority 2023, di mana 83% konsumen di Indonesia mengubah prioritas  kesehatannya setelah pandemi. Dengan prioritas utama antara lain 68% lebih fokus pada gaya hidup sehat dan aktif melalui makanan sehat dan olahraga teratur.

Baca Juga: Sering Disebut Baik untuk Kesehatan Jantung, Betulkah Jalan Kaki Bisa Membangun Otot?

Bagi pekerja urban, kemacetan jalan raya adalah menu harian yang menguras energi dan waktu. Di tengah padatnya rutinitas, mengganti kendaraan pribadi atau transportasi umum dengan active commuting—seperti bersepeda atau jalan kaki menuju kantor—menjadi solusi cerdas. Bahkan gerakan Bike to Work (B2W) yang sempat booming di era awal tahun 2000 kembali naik setelah era pandemi ini. Langkah ini tidak hanya menghemat biaya, tetapi juga menyisipkan waktu olahraga di sela-sela kesibukan.

Baca Juga: Rutinitas Jalan Kaki 6-6-6 Viral di Media Sosial, Apa Sih Manfaatnya untuk Kesehatan Tubuh?

Namun, mana yang lebih baik antara bersepeda dan jalan kaki untuk kebutuhan Anda? Mari kita bedah perbandingannya berdasarkan efisiensi kalori, dampak sendi, dan manfaat kardiovaskular.

Perbandingan Efisiensi Kalori

Jika target utama Anda adalah manajemen berat badan atau pembakaran kalori yang efisien dalam keterbatasan waktu komuter, intensitas adalah kuncinya.

  • Bersepeda. Menawarkan pembakaran kalori yang lebih cepat per satuan waktu. Bersepeda dengan kecepatan santai hingga sedang (16–19 km/jam) dapat membakar sekitar 400–500 kalori per jam, tergantung pada berat badan Kamu. Ini sangat cocok jika jarak rumah ke kantor berkisar antara 5–10 kilometer.
  • Jalan Kaki: Membakar kalori lebih sedikit dalam durasi yang sama. Berjalan cepat (brisk walking) dengan kecepatan sekitar 5 km/jam membakar sekitar 250–300 kalori per jam. Namun, jalan kaki unggul dalam stabilitas pembakaran energi jangka panjang dan sangat efektif jika jarak komuter Kamu di bawah 3 kilometer.

Pilihlah bersepeda, jika Kamu ingin membakar kalori lebih banyak dalam waktu perjalanan yang lebih singkat.

Dampak pada Sendi (Joint Impact)

Infrastruktur jalanan kota besar sering kali keras dan tidak rata. Memahami beban mekanis pada tubuh sangat penting untuk mencegah cedera jangka panjang.

  • Bersepeda (Low-Impact). Bersepeda adalah olahraga low-impact. Berat badan Kamu ditopang oleh sadel sepeda, sehingga sendi lutut, pergelangan kaki, dan pinggul tidak menerima beban benturan dari aspal. Ini adalah pilihan terbaik bagi pekerja urban yang memiliki riwayat nyeri lutut atau kelebihan berat badan (overweight).
  • Jalan Kaki (Weight-Bearing). Jalan kaki adalah olahraga weight-bearing ringan. Setiap langkah memberikan benturan konstan pada sendi kaki, meski tidak seekstrem saat berlari. Sisi positifnya, beban ringan ini justru merangsang kepadatan tulang dan memperkuat struktur kaki bawah. Namun, jika Kamu salah memilih sepatu atau berjalan di trotoar yang rusak, risiko cedera otot bisa meningkat.

Pilihlah bersepeda, untuk perlindungan sendi yang maksimal dari benturan aspal jalanan.

Manfaat Kesehatan Kardiovaskular

Kedua aktivitas ini merupakan bentuk latihan aerobik yang luar biasa untuk menjaga kesehatan jantung dan paru-paru pekerja urban yang rentan stres.

  • Bersepeda. Memungkinkan Kamu untuk mencapai zona denyut jantung yang lebih tinggi dengan cepat. Akselerasi saat mengejar lampu hijau atau melewati tanjakan kota memberikan efek latihan interval (HIIT) alami. Hal ini sangat baik untuk meningkatkan kapasitas paru-paru (VO2 Max) dan kekuatan pompa jantung.
  • Jalan Kaki. Menjaga jantung Kamu tetap berada di zona latihan intensitas rendah hingga sedang secara stabil (LISS - Low-Intensity Steady State). Latihan ini sangat efektif untuk menurunkan tekanan darah, mengurangi kadar kolesterol jahat (LDL), dan membersihkan pikiran (efek meditasi berjalan) setelah seharian menghadapi tekanan pekerjaan.

Baik jalan kaki atau bersepeda memiliki manfaat yang sama untuk Kesehatan jantung. Bersepeda unggul dalam peningkatan kebugaran aerobik puncak, sedangkan jalan kaki unggul dalam pemulihan stres dan stabilitas vaskular harian.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Adhityaswara Nuswandana

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X