PejuangKantoran.com - Stem cell atau sel punca adalah alternatif teknologi pengobatan terkini.
Pengobatan stem cell atau sel punca ada dalam pengobatan modern.
Ada pemahaman sederhana mengenai stem cell atau sel punca.
Pada prinsipnya pengobatan dengan stem cell atau sel punca adalah penggantian sel rusak manusia dengan sel yang baru.
Pengobatan stem cell atau sel punca melalui tahapan transplantasi atau pencangkokan sel manusia sehat.
Menurut penjelasan CEO EHL Bio Lee Hong Ki di Jakarta, Minggu (12/11/2023), ada tiga muasal sel punca atau stem cell untuk pengobatan maupun terapi.
"Kami mengembangkan ketiga muasal stem cell atau sel punca dari sel adiposa atau lemak, sel urine atau air kencing atau air seni, dan sel dari tali pusat," ucap Lee Hong Ki.
Sel punca atau stem cell
Dalam pemaparannya, Lee Hong Ki menjelaskan Ikhwal sejarah, lahir, dan perkembangan teknologi pengobatan maupun terapi sel punca atau stem cell.
"Amerika Serikat atau AS sejak 100 tahun silam memelopori awal dan perkembangan stem cell atau sel punca, termasuk Eropa," tutur Lee Hong Ki.
"Korea atau Korea Selatan kemudian mengembangkan sel punca atau stem cell sejak 30 tahun lalu," imbuh Lee Hong Ki.
Sementara itu, EHL Bio sejak 2012 di Korea atau Korea Selatan bergerak di bidang pengembangan sel punca atau stem cell untuk pengobatan maupun terapi.
Pada 2023, EHL Bio, tutur Lee Hong Ki berinisiatif mengembangkan teknologi stem cell atau sel punca ke Indonesia.