PejuangKantoran.com - Kelak, ada wujud teknologi sel punca atau stem cell dari urine atau air seni atau air kencing untuk pasien di Indonesia.
Urine atau air seni atau air kencing, dalam info termutakhir, bisa menjadi sumber teknologi pengobatan atau terapi sel punca atau stem cell.
Urine atau air seni atau air kencing sebagai basis pengobatan atau terapi stem cell atau sel punca, ucap CEO EHL Bio Lee Hong Ki, dekat dengan penyakit ginjal.
"Pengobatan maupun terapi dari sel punca atau stem cell dari urine atau air kencing atau air seni adalah teknologi terkini pengobatan atau terapi penyakit ginjal," tutur CEO EHL Bio Lee Hong Ki.
Lebih lanjut, Lee Hong Ki mengatakan EHL Bio yang dipimpinnya adalah perusahaan asal Korea Selatan atau Korea yang sejak 2012 bergerak di bidang terapi dan pengobatan sel punca atau stem cell.
Urine atau air kencing atau air seni
Urine atau air kencing atau air seni, lanjut Hee Hong Ki, adalah penanda seseorang punya masalah pada ginjal atau tidak.
"Selama ini, pengobatan pengobatan penyakit ginjal hanya dengan cara cuci darah," kata CEO EHL Bio Lee Hong Ki di Jakarta, Minggu (12/11/2023).
EHL Bio merupakan kependekan dari Esthetic atau estetika, Health atau kesehatan, dan Longevity atau umur panjang.
EHL Bio sudah melakukan riset sel punca atau stem cell dari urine atau air kencing atau air seni untuk pengobatan atau terapi penyakit ginjal sejak 2017 di Korea Selatan.
Sampai dengan 2023, ada 500 pasien di Korea Selatan mengikuti pengobatan atau terapi penyakit ginjal melalui sel punca atau stem cell urine atau air seni atau air kencing EHL Bio.
Di Korea Selatan, kata CEO EHL Bio Lee Hong Ki, satu dari lima orang berusia 50 tahun ke atas,mengidap penyakit ginjal.