Pejuangkantoran.com Beberapa tahun belakangan, selain marathon, half marathon, 10K, dan 5K, trail running mulai digandrungi masyarakat Indonesia. Trail running adalah olah raga lari lintas alam.
Trail running sudah populer di Amerika Serikat sejak 1980-an, dan sudah ada perlombaan tahunannya. Di Indonesia olahraga ini baru diresmikan sebagai cabang olahraga atletik oleh Federasi Atletik Indonesia pada tahun 2015.
Biasanya, trail running untuk pemula menempuh jarak sekitar 42 km. Sedangkan untuk profesional, jarak trail running bisa mencapai 100 km. Lantas, apa yang menjadi daya tarik trail running?
Olah Raga Yang Rekreatif
Trail running tidak bisa diselenggarakan di sembarang tempat. Rute yang digunakan biasanya lingkungan yang masih alami, entah di bukit, hutan, pegunungan, hingga sepanjang pantai.
Berbeda dari lari pada umumnya, jalur yang dilewati trail running biasanya naik-turun, berbatu, berpasir, bahkan berlumpur. Dengan trek seperti ini, kamu harus bisa menyesuaikan diri dengan berbagai medan yang akan dilalui.
Memang tampak menantang dan melelahkan. Namun hal ini justru menjadi keunikan tersendiri bagi trail running.
Bagi masyarakat yang tinggal di daerah perkotaan, trail running tak hanya bisa meningkatkan kebugaran tubuh, membakar lemak lebih cepat, dan melatih otot lebih intens, ia bisa menjadi olah raga yang rekreatif juga.
Trail running bisa dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan mental, seperti melepaskan stres dan mengurangi kecemasan dari aktivitas sehari-hari.
Tentu saja ini karena trail running memakai trek alam terbuka. Alam terbuka yang asri dan menyegarkan pikiran. Ibaratnya olahraga sekaligus rekreasi.
Baca Juga: Ultramarathon, Nomor Lari Marathon Terlaris untuk Tujuan Amal di Indonesia
Tips Trail Running untuk Pemula
Bagi pemula yang mau menjajal trail running, perlu melakukan beberapa persiapan khusus. Persiapan ini bisa dimulai dari persiapan fisik, mengenal rute, hingga teknik berlari.