bugar

Waspada dengan Superflu, Kenali Penyebab dan Gejalanya yang Lebih Berat dari Influenza Biasa

Sabtu, 3 Januari 2026 | 14:50 WIB
Ilustrasi: Yang disebut sebagai penyebab superflu itu sendiri sebenarnya virus influenza tipe A subvarian H3N2 dengan subclade K. (Kemkes.go.id)

PejuangKantoran.com - Pada musim liburan di mana terjadi mobilisasi massa seperti sekarang, biasanya muncul wabah flu. Namun kali ini virus influenza yang menyebar bisa menular dengan sangat cepat, sehingga orang menyebutnya sebagai superflu.

Meski superflu sebenarnya bukan istilah medis yang resmi, kita semua musti berhati-hati. Menurut laporan, jika ada seseorang yang terinfeksi, ia bisa menularkannya pada dua hingga tiga orang di sekitarnya.

Adapun virus yang disebut sebagai penyebab superflu itu sendiri sebenarnya virus influenza tipe A subvarian H3N2 dengan subclade K.

Baca Juga: Menyusul Kasus Mahasiswi Bunuh Diri, UNIMA Berhentikan Dosen DM sebagai Penegakan Disiplin Internal

Subklad ini merupakan varian baru yang pertama kali teridentifikasi oleh CDC Amerika Serikat pada Agustus 2025, dan sekarang sudah menyebar di setidaknya 80 negara.

Di Indonesia, varian ini mulai terdeteksi sejak Agustus 2025. Data Kementerian Kesehatan mencatat, hingga akhir Desember 2025 sudah ada 62 kasus superflu influenza A subclade K yang tersebar di delapan provinsi.

Jumlah kasus terbanyak ditemukan di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Perempuan dan anak-anak termasuk kelompok yang paling banyak ditemukan dalam kasus tersebut, demikian menurut Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, Prima Yosephine, dalam siaran persnya.

Makanya, perlu kita ketahui apa gejala superflu ini agar dapat melakukan tindakan pencegahan.

Gejala superflu

Selain menular lebih cepat, virus influenza A subclade K ini juga menyebabkan gejala yang lebih berat dibandingkan virus influenza musiman, terutama pada lansia, anak-anak, serta orang yang membawa komorbid.

Baca Juga: Ditonton 170 Ribu Penonton di Minggu Pertama, 'Dusun Mayit' Bikin Amanda Manopo Kapok Naik Gunung

Menurut Prof. Dr. dr. Agus Dwi Susanto, SpP (K), dokter spesialis paru RS Persahabatan, Jakarta, ada beberapa gejala super flu yang perlu diwaspadai.

Pertama, demam tinggi antara 39-41 derajat Celcius.

"Kalau (influenza) yang biasa paling 37-38,5 derajat Celcius, (subclade K) bisa sampai 41 derajat menurut data. Lebih tinggi banget artinya," jelasnya, seperti dikutip BBC Indonesia.

Gejala tersebut disertai nyeri otot yang hebat, lemas, sakit kepala berat, nyeri tenggorokan, serta batuk kering.

Halaman:

Tags

Terkini