PejuangKantoran.com - Lagi hobi padel tetapi juga penasaran sama Tennis? Lalu bertanya kenapa lapangan padel menggunakan rumput sintetis, berbeda dengan lapangan tennis di Indonesia yang umumnya menggunakan lantai beton. Berikut penjelasannya.
Baca Juga: Bukan Sekadar FOMO, Ini Alasan Mantan Pebulutangkis Liliyana Natsir Ikut Terpadel-padel
Baca Juga: Panduan Menentukan Raket Padel Berdasarkan Bentuk, Bahan, dan Karakter Lubang Raket
Peredam Benturan. Rumput sintetis yang mengurangi tekanan pada sendi lutut dan pergelangan kaki. Sebagai olahraga yang sangat dinamis pergerakan padel sangat cepat. Sehingga tekanan ke sendi lutut juga sangat besar. Rumput sintetis memberikan efek redam supaya lutut tidak terbebani.
Pantulan Konsisten. Material ini menjaga bola memantul secara stabil dan dapat diprediksi. Karena pantulan konsisten, juga menjadi jaminan keamanan buat pemain padel, dimana rumput sintetis dengan taburan pasir khusus membuat lapangan tidak terlalu licin sehingga mengurangi resiko terpleset yang kadang mengakibatkan cedera hamstring.
Daya Tahan Cuaca. Rumput sintetis modern cepat menyerap air sehingga lapangan cepat kering setelah hujan. Lebih lagi lapangan di Indonesia banyak yang indoor, tetapi penggunaan rumput sintetis juga mengurangi pantulan lampu yang kadang memantul balik apabila tidak menggunakan rumput sintetis.
Warna Cerah. Bola padel yang umumnya berwarna cerah menjadi kontras dengan lapanngan yang bewarna cerah. Warna lapangan biru, hijau, atau cokelat tentu akan lebih mudah menetralisir warna kontras kuning dari bola padel.
Baca Juga: Rekomendasi Lapangan Padel Paling Populer di Jakarta dan BSD, Asik buat Kongko sama Bestie!