PejuangKantoran.com - Bagi seorang pesepak bola profesional, pensiun bukanlah akhir dari aktivitas fisik berat. Setelah terbiasa berlari antara 10 hingga 13 kilometer dalam setiap pertandingan 90 menit, banyak mantan pemain yang merasa kehilangan "adrenalin kompetisi" saat sepatu bola mereka digantung. Untuk mengisi kekosongan tersebut, olahraga lari maraton menjadi pilihan populer.
Menariknya, transisi dari sepak bola ke maraton tidaklah mudah. Sepak bola didominasi oleh lari jarak pendek cepat (sprint) yang berulang-ulang, sementara maraton menuntut konsistensi kecepatan dan ketahanan mental dalam waktu berjam-jam. Namun, beberapa nama besar terbukti mampu menjinakkan tantangan ini dengan catatan waktu yang impresif.
Baca Juga: 5 Tips Latihan Aman Jelang Marathon, Biar Lari Sampai Finish Tanpa Cedera
Arjen Robben (Rotterdam Marathon)
Mantan penyerang sayap Bayern Munich dan timnas Belanda, Arjen Robben, terkenal dengan kecepatannya yang meledak-ledak saat masih aktif bermain. Siapa sangka, setelah pensiun ia justru beralih ke lari jarak jauh. Pada ajang Rotterdam Marathon, Robben berhasil menembus waktu sub-3 jam, tepatnya 2 jam 58 menit 33 detik. Robben mengaku bahwa menyelesaikan maraton rasanya hampir sama dengan memenangkan gelar juara sepak bola besar.
Luis Enrique (Berbagai Marathon & Ironman)
Mantan pemain Barcelona dan Real Madrid yang juga pelatih top, Luis Enrique, adalah penggila olahraga ketahanan ekstrem. Selepas pensiun sebagai pemain pada tahun 2004, ia berkompetisi di berbagai event dunia. Catatan waktu terbaiknya di maraton adalah 2 jam 58 menit 8 detik di Florence Marathon. Tidak hanya maraton jalan raya, Enrique bahkan pernah menyelesaikan Marathon des Sables, yaitu lari ultramaraton sejauh 250 km melintasi Gurun Sahara.
Aaron Ramsey (London & Stockholm Marathon)
Mantan kapten timnas Wales dan gelandang Arsenal, Aaron Ramsey, langsung terjun ke dunia lari maraton begitu memutuskan pensiun. Ia menyelesaikan London Marathon dengan waktu 3 jam dan 30 detik untuk misi amal. Tak lama setelah itu, ia kembali mengejutkan publik dengan berpartisipasi di Stockholm Marathon.
Michael Owen (London Marathon)
Mantan striker legendaris Inggris dan pemenang Ballon d'Or 2001, Michael Owen, juga pernah menaklukkan London Marathon. Terbiasa mengandalkan kecepatan instan untuk menjebol gawang lawan saat muda, Owen melatih tubuhnya untuk bertahan sejauh 42 km dan berhasil menyentuh garis finis dengan catatan waktu 3 jam 45 menit 43 detik.
Kaka (Berlin Marathon)
Legenda AC Milan dan Real Madrid asal Brasil, Ricardo Kaká, memilih Berlin Marathon sebagai panggung debut maratonnya. Dengan rute Berlin yang terkenal datar dan cepat, peraih Ballon d'Or 2007 ini berhasil mencatatkan waktu yang sangat solid untuk seorang pelari rekreasional, yaitu 3 jam 38 menit 6 detik.