5 Cara Memasak Telur Agar Manfaat Nutrisinya Optimal dan Tetap Aman Dimakan!

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Senin, 27 Juli 2026 | 15:04 WIB
Telur itu padat nutrisi, namun sangat dipengaruhi cara memasaknya agar kandungan nutrisinya tetap optimal. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Telur itu padat nutrisi, namun sangat dipengaruhi cara memasaknya agar kandungan nutrisinya tetap optimal. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.com – Kontroversi soal makan telur membuat bisulan yang disampaikan oleh Kepala BGN yang baru, Sudaryono, usai dilantik oleg Presiden Prabowo di istana negara pada Rabu, 22 Juli 2026, sudah banyak diluruskan oleh sejumlah netizen.

Bisulan tidak berkorelasi dengan sering makan telur. Malah sebenarnya telur ayam adalah  makanan dengan  kepadatan nutrisi yang tinggi. Dalam satu butir telur ayam dengan ukuran sedang (sekitar 50 gram bobotnya), mengandung berbagai zat gizi penting dengan kalori yang relative rendah, sekitar 7—80 kalori.

Sepanjang dimakan tidak berlebihan, jelas telur ayam itu asupan nutrisi yang penting bagi tubuh. Selain itu, telur itu mudah cara mengolahnya, bisa direbus atau digoreng.

Nah, cara memasak telur memang memengaruhi ketersediaan nutrisi (bioavailability), keamanan pangan, dan sedikit memengaruhi kandungan vitamin tertentu.

Tidak ada metode yang dapat mempertahankan 100% semua nutrisi, tetapi ada beberapa cara yang paling optimal jika tujuan memasak telur ayam ini adalah untuk mendapatkan manfaat gizi maksimal.

Baca Juga: Telur Bikin Bisulan? Padahal Telur Mengandung 7 Hal yang Penting Bagi Tubuh Kita

1. Telur rebus (pilihan terbaik secara keseluruhan)

Kelebihan:

  • Tidak memerlukan minyak atau mentega.
  • Protein menjadi lebih mudah dicerna dibanding telur mentah.
  • Kehilangan vitamin relatif kecil.
  • Aman karena risiko bakteri Salmonella jauh lebih rendah bila dimasak dengan benar.

Waktu memasak:

  • Soft-boiled: 6–7 menit (kuning masih lembut).
  • Medium: 8–9 menit.
  • Hard-boiled: 10–12 menit.

Memasak terlalu lama (misalnya lebih dari 15 menit) dapat menyebabkan cincin hijau keabu-abuan di sekitar kuning telur akibat reaksi antara sulfur dan besi.

Dalam kondisi seperti ini, telur masih aman dimakan, namun teksturnya lebih kering dan beberapa vitamin yang sensitif terhadap panas dapat sedikit berkurang.

Baca Juga: Apa yang Terjadi Jika Kamu Makan Telur Setiap Hari?

2. Poached egg (direbus tanpa kulit)

Metode ini sering dianggap salah satu yang paling baik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X