- tujuan bersama, misalnya: hidup lebih sehat, menurunkan berat badan, meningkatkan kebugaran, atau mempersiapkan lomba lari.
- ritual bersama, misalnya: yoga setiap pagi, jalan santai setiap malam, atau bersepeda setiap akhir pekan.
Ritual semacam ini memperkuat identitas sebagai sebuah tim.
Ini selaras dengan sebuah studi yang juga dikutip oleh Gottman.com, yaitu studi yang dilakukan oleh Osuka, Jung, Kim, Okubo, Kim, dan Tanaka pada tahun 2017. Studi ini menunjukkan bahwa berolah raga bersama mendorong kegiatan olah raga jadi lebih konsisten.
Punya pasangan olah raga (exercise partner) meningkatkan kepatuhan dan kedisiplinan terhadap rutinitas olah raga, sehingga peluang mencapai target kesehatan menjadi lebih besar. Jadi, pasangan berfungsi sebagai sumber motivasi, dukungan, dan akuntabilitas.
Jadi Lebih Positif Bersama Pasangan
Olah raga juga memengaruhi hormon dengan menurunkan kortisol dan meningkatkan dopamin.
Saat kamu stres atau berkonflik dengan pasangan, kadar kortisol kamu naik. Olah raga bisa menjadi cara yang baik untuk menurunkan kada kortisolmu dan meningkatkan kadar dopamin dalam tubuhmu.
Baca Juga: Lakukan 4 Peregangan Berikut Ini Selama 15 Menit Setelah Kamu Olah Raga Lari. Ada Pantangannya!
Ini bisa membantu tubuh kamu menjadi lebih tenang dan muncul perasaan positif (rasa senang, termotivasi, antusias) saat terjadi pelepasan dopamin. Hal ini dapat memperkuat hubungan positif terhadap pasangan.
Jadi, olah raga bersama bukan sekadar aktivitas kebugaran, melainkan juga strategi yang ilmiah untuk memperkuat ikatan emosional, meningkatkan kualitas interaksi, dan membangun hubungan yang lebih sehat serta lebih memuaskan dalam jangka panjang.
Jangan tunda lagi untuk berolah raga bersama pasangan, ya! ***